Workshop WL dan Pemusik: “Passion, Peran Pemusik dan Worship Leader”

Syalom, nah sekarang ada kabar baik nih dari acara. Tahun ini ada proker baru yang kece bingitss. Yap, Workshop WL dan Pemusik yang diselenggarakan pada Sabtu, 28 Maret 2015 bertempat di PKM FEB baru lantai 2. Kita mendatangkan bang Angga yang sudah passion banget nih totalitas melayani dibidang musik sebagai pembicara. Pada acara ini bang Angga membawa timnya yang sudah melayani di bidang masing-masing ada gitar, keyboard, kajon, dan vocal.

Acara ini dibagi 2 sesi nih, sesi pertama berbicara mengenai passion. Passion? Apa hubungannya dengan pelayanan? Eitss, melayani itu butuh passion juga ya. Passion berbicara mengenai gairah, gariah untuk melayani Tuhan yang jelas ya. Melayani tanpa perasaan gairah dan haus akan Tuhan hasilnya ya pasti HAMPA ! Pernah kan merasakan hal seperti itu? Sepertinya sih sudah capek melayani, sepertinya sih sudah melayani total, sepertinya sih…sepertinya sih…sepertinya sih….tapi, kok rasanya biasa aja?

Yap, itu lah yang disebut dengan hampa temen-temen. Kenapa? Ya balik lagi, karena kita tidak melayani dengan sungguh-sungguh dan tanpa gairah yang haus akan pelayanan Tuhan sendiri. Caranya punya gairah di dalam Tuhan bagaimana? Sudahkah HPDT temen-temen beres? Sudahkah hati temen-temen beres saat leayani? Hati-hati ya, ngomong-ngomong tentang WL dan Pemusik, itu termasuk pelayanan mimbar loh. Jadi bukan pelayanan sembarangan.

Materi yang dibahas juga di sesi pertama adalah mengenai kunci, lagu dan gitar. Bang Angga bilang, jangan alergi sama kunci dan lagu ya. Justru belajar terus biar jadi pinter. Biasanya nih jemaat bakalan memperhatikan juga masalah lagu dan kunci, ketinggian, monoton dll. Makanya, kalau ga bisa ya jangan menyerah, namanya juga buat pelayanan. Ya totalitas doong, ya ga?

Nah, yang sesi kedua khusus berbicara tentang WL alias Worship Leader. Waw, ternyata yang susah untuk menjadi seorang Worship Leader bukan suara yang bagus, tapi kehidupan temen-temen, gils gils gils…Peran WL sangat besar dalam suatu ibadah temen-temen, bahkan dikatakan bisa 60% suasana jemaat dipengaruhi oleh bagaimana WL membawakan pujian. Wl mengajarkan lagu mengampuni, masak WL ga mengampuni? Wl menyanyikan lagu bersyukurlah kepada Tuhan..sebab Dia baik…sebab Dia baik…eh tapi sering menggerutu terus.

Peran WL untuk menghadirkan hadirat Tuhan dalam persekutuan juga besar. Jadi, ga main-main kan? Eitssss, tapi santai aja, walaupun serem tapi kalau teman-teman rindu melayani di bidang WL, divisi acara tetap akan menerima dengan tangan terbuka kok. Yang penting dari semuanya tetaplah komitmen dan memang mau terus belajar, ya ga? Jadi jangan takut kalau Acara melobby kalian ya hihihi. Kan sudah dikatakan juga, yang terpenting diatas segalanya adalah terus mau belajar, belajar dan belajar seperti yang dikatakan pembicara kita.

52367

Pembicara dan Peserta Workshop WL dan Pemusik

Demikian laporannya nih, kesimpulannya, jangan takut melayani menjadi pelayan mimbar ya. Bukan masalah berani atau tidak, takut atau tidak, tapi mau terus belajar melayani atau tidak. Dan penutup seperti yang dikatakan pembicara kita, MENTAL melayani itu perlu, jangan mudah tersinggung kalau dikritik, jangan mudah menyerah, terus belajar dan terus tinggal di dalam Tuhan ya. Tuhan memberkati 

-Brigitta Vina Felinda

Iklan

One response to “Workshop WL dan Pemusik: “Passion, Peran Pemusik dan Worship Leader”

  1. Wooow mantaafff….
    Workshopnya diadakan hari Sabtu pas jam kerja oq ya, kalo ga jam kerja aq yg main kibord bareng Angga, bisa reunian sekalian, tapi sayang ga bisa datang krn masih ja kerja seeh, hehehehe

    Dari Angga angkt 99

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s