Kasih Akan Tuhan

Kasih yang sangat besar didunia ini yang bisa kita lihat dengan mata kepala kita sendiri adalah kasih orang tua terhadap anaknya atau kasih anak kepada orang tuanya. Ada juga orang yang mengasihi harta lebih dari yang lain. Kasih menjadi motivasi terbesar bagi seseorang untuk melakukan hal-hal yang terkadang diluar perkiraan kita untuk menyenangkan orang yang dikasihinya ataupun untuk mendapatkan sesuatu yang dikasihinya.

Ian McLeod, seorang ayah yang berusia 51 Tahun, dia memiliki seorang anak yang sangat dikasihinya yang bernama Cory McLeod. Secara khusus dia membuatkan video yang memuat foto-foto anaknya sejak dari bayi hingga berusia 21 tahun. Jumlah fotonya mencapai 7500 foto dan dia menghabiskan waktu lebih dari 3 bulan untuk membuat video itu, dan setelah selesai dengan bangga dia memuat video tersebut di youtube. Kita dapat melihat bagaimana Ian sangat mengasihi anaknya dan dia melakukan sesuatu yang sangat menakjubkan untuk anaknya sebagai bukti kasihnya.  

Tetapi tanpa kita sadari, kita sering menempatkan hal-hal yang duniawi seperti keluarga, uang , dan sebagainya sebagai hal yang jauh lebih penting daripada Tuhan. Hal-hal yang bersifat duniawi sering mencuri perhatian kita lebih dari perhatian kita terhadap Tuhan. Mengapa?. Karena kasih kita terlalu besar bagi hal-hal tersebut. Lalu bagaimana dengan kasih kita terhadap Tuhan kita? Sejauh mana kita menyadari bahwa mengasihi Tuhan lebih penting dari mengasihi hal-hal yang duniawi tersebut?.  Berapa banyak waktu yang telah kita berikan untuk bersekutu dan menyenangkan hati Tuhan?. Apa karya yang telah kita lakukan untuk membuktikan kasih kita terhadap Tuhan?. Memang terkadang sulit bagi kita untuk mengasihi Tuhan yang tidak kelihatan. Tetapi apakah hal tersebut dapat menjadi pembenaran bagi kita untuk tidak mengasihi dia lebih dari segalanya?

     Dalam Matius 10:37 Tuhan Yesus berkata “barang siapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barang siapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku”. Ayat tersebut berkata bahwa kita harus menempatkan Tuhan diatas segalanya. Dia telah mengorbakan segalanya bagi kita, tidakkah Ia layak mendapatkan kasih kita yang terbesar?. Mengasihi Tuhan yang lebih dulu mengasihi kita, membuat kita mampu untuk mengasihi sesama dengan benar. Tuhan harus menjadi yang terutama dalam kehidupan kita, bukan hanya sekedar menjadi pilihan. Artinya, tidak ada satu hal pun yang kita tempatkan diatas Tuhan kita.

Tuhan Yesus Memberkati 🙂

Truth Seeker

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s