Tuhan, Apakah Engkau Sungguh Ada ? -Candace McLean –

angell
“ Tuhan, jika Engkau sungguh ada, aku memerlukan pertolongan-Mu. Apa yang akan aku perbuat dengan hidupku sekarang?.” Aku tidak dibesarkan secara religius, juga tidak memiliki pemahaman yang nyata tentang Tuhan. Tetapi, ada bagian dalam diriku yang ingin percaya bahwa ada sesuatu yang mengawasi kita. Bersamaan dengan itu aku tidak tahan untuk penasaran, seandainya Tuhan sungguh ada, mengapa kehidupan keluargaku begitu sulit?. Lagipula, aku telah” mengerjakan semua yang benar” dengan berhenti dari pekerjaanku. Tidakkah aku berhak libur atau mendapatakan sedikit arahan? Atau apa pun?.

Tidak ada jawaban yang datang.

Sekarang sudah beberapa bulan sejak aku meninggalkan pekerjaanku, pekerjaan yang tidak hanya mendukung keluargaku secara penuh, tetapi juga pekerjaan yang kuanggap kesayanganku sebelum aku mempunyai anak. Aku telah  membantu memulai perusahaan itu lima tahun sebelumnya dan bangga atas yang telah kubangun dan kuraih sebagai perempuan muda. Namun, datanglah hari ketika aku tidak tahan atas praktik-praktik tidak etis para pemiliknya. Mengundurkan diri jelas menjadi risiko keuangan bagi keluargaku, terutama karena kami telah pindah jauh sekali ke kota kelahiranku yang kecil untuk mulai dari nol lagi.

Tidak perlu lama untuk menyadari bahwa peluang kerja sangat langka. Kami harus berjuang keras untuk mendapatkan pekerjaan, suamiku terpaksa mengambil beberapa kerja paruh waktu sekaligus sementara aku mengambil proyek apa pun yang berhasil kudapatkan. Aku  menjadi putus asa. “Tolong Tuhan, tolong bantu mencarikan arah untukku,”rintihku.

Aku berbaring di tempat tidur dengan mata terbuka lebar. Ini malam lain ketika aku tidak dapat tidur. Aku menengok ke arah suamiku, yang tidur dengan damai, berharap dapat menikmatinya juga. Sesekali aku melihat jam di meja di sisi tempat dia tidur, berharap pagi segera datang untuk menyelamatkanku dari malam yang meresahkan. Ketika aku terakhir melihat jam, baru menunjukkan pukul tiga pagi. Masih beberapa jam lagi.

Sesudah yang rasanya seperti sebuah sebuah keabadian, aku berguling untuk memeriksa jam sekali lagi. Aku tersentak karena terkejut sekali ketika melihat seorang anak laki-laki sekitar tiga belas tahun sedang berdiri di sana, dengan rambut panjang berwarna cokelat dan mengenakan jubah seperti rahib. Aku menatapnya dengan takjub tak terkira. Dia tampak seperti menyala dari dalam. Aku sungguh dapat melihat melalui tubuhnya! Cahaya menari-nari di dalamnya seperti warna-warni yang menari-nari di permukaan gelembung, perpaduan indah antara biru tua, ungu, dan kemerahan.

Dia memandang ke arahku dengan ekspresi yang tidak istimewa, kemudian pelan-pelan berpaling dan melangkah menjauh, memudar sedikit demi sedikit pada setiap langkahnya.

Dia makin pudar. Aku duduk di tempat tidur supaya bisa melihat lebih cermat. Aku menyipitkan mata agar melihat sisa bayangan yang akhirnya lenyap sama sekali. Kemudian aku hanya bisa duduk tak bergerak sampai pagi, takut dia datang lagi, sadar bahwa seandainya aku membiarkan diri terlelap, aku akan bangun dengan keyakinan bahwa semua tadi hanya mimpi.

Pengalaman itu menyalakan sebuah api dalam diriku, sebuah kerinduan untuk memahami apa artinya. Aku mencari di internet untuk kisah-kisah serupa, barangkali bahkan tentang cahaya yang menari-nari, tetapi tidak menemukan apa pun.

Berikutnya, aku mempelajari foto-foto keluarga yang sudah tua, dengan cermat mempelajari wajah-wajah mereka yang sudah lama meninggal, mencoba mencari kemiripan barang sedikit dengan anak laki-laki dalam penampakan itu. Aku mendatangi perpustakaan setiap minggu, meminjam sebanyak mungkin buku yang dapat kutemukan tentang hantu, roh, atau semacam itu. Tidak ada yang dapat menjelaskan kejadian itu.

Kemudian pada suatu hari di perpustakaan aku menemukan sebuah buku tentang malaikat. Yang langsung terpikir olehku adalah, “ Anak itu tidak mempunyai sayap.” Kendati demikian, buku-buku pilihanku menjadi terbatas, sebab aku telah membaca hampir segala yang ada tentang pertemuan dengna roh. Jadi, aku membawa pulang beberapa buku tentang malaikat dan mulai membaca.

Di luar dugaan, beberapa kisah di situ mengingatkanku kepada pengalamanku, dan ada beberapa cerita tentang malaikat yang tanpa sayap. Sebuah di antaranya bahkan berbicara tentang cahaya warna-warni. Getaran terasa naik turun pada tubuhku. Akhirnya aku memperoleh jawabanku.

Meski begitu, masih ada sebuah teka-teki yang belum terpecahkah. Buku-buku itu mengatakan bahwa malaikat adalah utusan. Namun, aku tidak merasa memperoleh pesan. Aku hanya mendapatkan satu kali kunjungan seumur hidup oleh seorang malaikat namun aku tidak menangkap pesan yang dibawanya! Apakah aku terlalu terkejut ketika menerimanya? Sekarang bagaimana caranya aku bisa mendapatkan pesan untukku?

Beberapa pekan kemudian, aku mulai merasa sakit. Aku merasa mual terus-menerus dan aku begitu lesu sehingga tidak mampu berolahraga lagi. Tak lama kemudian gejala-gejala yang aneh berkembang, sebagian samar-samar mengingatkanku kepada kehamilanku dengan si kembar. Tetapi, ini bukan sakit yang hanya terjadi pagi hari-ini sakit sepanjang hari. Di samping itu, rasanya mustahil aku dapat hamil. Aku tidak dapat hamil tanpa bantuan spesialis.

Satu bulan lagi berlalu, dan ketika tidak mengalami menstruasi, aku tahu ada sesuatu yang tidak beres dalam diriku. Untuk menyingkirkan penyebab yang mustahil, aku membeli perangkat uji kehamilan. Hasilnya positif! Aku hamil! Sambil berlinang air mata aku penasaran bagaimana ini dapat terjadi.

Tiba-tiba terlintas dalam pikiranku…mungkinkah kunjungan malaikat itu memiliki kaitan dengan kejadian ini? Aku dengan cepat mulai menghitung. Tidak, waktunya tidak cocok. Tiga bulan lebih sudah berlalu sejak pengalamanku dikunjungi malaikat. Rasanya tidak munngkin sejauh itu.

Dokterku langsung menjadwalkan pemeriksaan ultrasonografi. Teknisinya mengatakan bahwa janin di dalam kandunganku berusia empat belas minggu plus dua hari. Dalam pikiranku itu tidak masuk akal. Karena bingung aku mengambil kalender, menghitung mundur empat belas minggu plus dua hari…hari yang tepat sama ketika aku melihat malaikat di kamarku!.

Jadi, ternyata aku mendapatkan pesan untukku…seorang bayi perempuan cantik, yang dibawa dengan penuh rasa sayang ke dunia ini oleh malaikat pelindungnya.

Tuhan menjawab permohonanku dan membuktikan Dia sungguh ada.

Sumber : Doa-Doa yang Terkabul, Chicken Soup for the Soul

Reni Silaen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s