Hari Bela Negara

Tanggal 19 Desember merupakan salah satu hari bersejarah di Indonesia yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Bela Negara. Keputusan ini mulai berlaku sejak ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2006 tentang Hari Bela Negara untuk memperingati deklarasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) oleh Mr. Sjafruddin Prawiranegara di Sumatera Barat pada tanggal 19 Desember 1948.

Mengapa kita perlu memperingati Hari Bela Negara? Bukankah kita sudah mempunyai barisan pertahanan yang mampu untuk membela negara dari berbagai ancaman? Hal itu memang benar, namun membela negara tidak hanya diwujudkan dengan hal itu, tetapi juga bisa kita wujudkan dengan membawa nama baik negara Indonesia di tengah dunia internasional dan menjaga agar tetap dihormati oleh bangsa lain. Kita sebagai bangsa yang besar, bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, yang telah menikmati hasil perjuangan para pahlawan terdahulu ini harus menjaga dengan teguh warisan berharga itu, yaitu negara kesatuan Republik Indonesia.

Bela negara tidak berpaku pada terlibat secara langsung dalam upaya menjaga keutuhan negara dari serangan musuh, tapi membela negara negara juga dapat kita praktikkan dengan cara berperan aktif dalam memajukan negara Indonesia baik dari segi ekonomi, pendidikan, kesejahteraan hidup, kedamaian, dan juga kesatuan dalam hidup berbangsa dan bernegara. Bela negara juga dapat kita wujudkan dengan cara menghormati pemerintah kita dalam upayanya untuk mensejahterakan kehidupan rakyatnya. Dalam Roma 13: 1-4a, firman Tuhan mengajarkan kepada kita untuk menghormati pemerintah kita, sebab bila kita melawan pemerintah, kita berarti melawan ketetapan Allah, karena pemerintah ditetapkan oleh Allah. Firman Tuhan dengan tegas melarang kita melawan pemerintah, namun kita sebagai orang yang peduli pada bangsa ini, harus membantu pemerintah menjalankan tugas dan fungsinya secara benar sesuai dengan firman Allah. Artinya, bentuk perbuatan yang merugikan negara seperti, korupsi, terorisme, pemberontakan, dan perbuatan buruk lainnya tidak boleh kita lakukan.

Sebagai orang percaya, kita juga harus tetap berserah kepada Tuhan dan berharap agar tidak terjadi hal-hal buruk yang dapat merugikan negara kita, seperti bencana alam, perseteruan antarsesama warga negara Indonesia, konflik dengan negara lain, atau hal yang lainnya. Sebagai manusia kita memang bisa memiliki kemampuan yang lebih baik dari negara lain, tetapi Tuhan tetap memiliki otoritas untuk melakukan kehendak-Nya. Karena itu kita harus mewujudkan suatu kehidupan yang diinginkan Tuhan sampai pada kesatuan untuk membela negara.

Kesadaran untuk membela negara seharusnya sudah kita tanamkan sejak dalam keluarga dan dalam kehidupan sehari-hari. Bila kita peduli terhadap sesama kita, maka kita juga seharusnya peduli terhadap bangsa dan negara. Kesadaran sejak dini tersebut akan membuat kita semakin belajar untuk mencintai dan peduli terhadap tanah air kita ini.

Dengan demikian, kita sebagai bangsa yang besar akan berdiri sejajar dengan bangsa yang besar lainnya yang dihormati sebagai bangsa yang memiliki rasa nasionalisme yang tinggi, dan juga bangsa yang bersatu untuk selamanya.

“Bersama membangun bangsa, bersatu membela negara”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s