HAPPY MOTHER’S DAY

A4_landscape(1)

Ibu adalah sosok yang paling tulus mencintai anak nya, yang paling sabar mendidik anaknya, dan yang paling lembut bertutur kata walau semarah apapun hatinya. Namun beliau dapat menyembunyikan semua beban dengan sebuah senyuman. Setiap orang atau bahkan semua orang sangat mengidolakan dan menghargai sosok seorang ibu karena kasih sayangnya sepanjang masa dan tak bisa digantikan dengan apapun juga sekalipun  dengan sebatang emas.

Oleh karena itu menghargi jasa seorang ibu maka setiap tanggal 22 Desember, seluruh masyarakat Indonesia merayakan Hari Ibu. Sebuah peringatan terhadap peran seorang perempuan dalam keluarganya, baik itu sebagai istri untuk suaminya, ibu untuk anak-anaknya, maupun untuk lingkungan sosialnya.

Sahabat PMKersss tahukah anda bagaimana awal mula sejarah Hari Ibu sampai ditetapkan sebagai perayaan nasional? Mungkin diantara kita banyak yang belum mengetahui tentang hal itu.

Peringatan Hari Ibu diawali dari berkumpulnya para pejuang perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatra dan mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Salah satu hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Kalau melihat kembali sejarah, sebenarnya sejak tahun 1912 sudah ada organisasi perempuan. Pejuang-pejuang wanita pada abad ke 19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain secara tidak langsung telah merintis organisasi perempuan melalui gerakan-gerakan perjuangan.

Pada Konggres Perempuan Indonesia I yang menjadi agenda utama adalah mengenai persatuan perempuan Nusantara; peranan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan; peranan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa; perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita; pernikahan usia dini bagi perempuan, dan lain sebagainya.

Secara resmi tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu adalah setelah Presiden Soekarno melalui melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 menetapkan bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga saat ini.

Pada awalnya peringatan Hari Ibu adalah untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Misi itulah yang tercermin menjadi semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama.

Didalam alkitab sudah dikatakan bagaimana seorang peremupuan itu menjadi ibu dapat di lihat dari injil Titus 2:4-5 menyatakan, “Dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya, hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang.” Para ibu diminta untuk mencintai anak-anak mereka.

Para ibu juga memiliki peranan yang unik dan krusial dalam hidup anak-anak mereka. Menjadi ibu bukanlah tugas atau pekerjaan yang tidak menyenangkan. Sebagaimana ibu mengandung, memberi makan, serta mengasuh anak pada masa bayinya – para ibu memiliki peranan yang berkelanjutan dalam hidup anak-anak mereka, ketika remaja, dewasa muda dan bahkan anak yang sudah dewasa.

Sekalipun peran seorang ibu harus berubah dan berkembang seiring jaman; kasih, perhatian, perawatan, dan dorongan yang diberikan seorang ibu tidak pernah boleh berakhir.

Jadi buat teman-teman sekalian jangan lupa ucapin ‘Selamat Hari ibu” buat ibu hebat disekitar anda.

Ailsa P

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s