KALENG

Mazmur 33:11 “tetapi rencana Tuhan tetap selamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun”

Ada sebuah kaleng yang tergeletak dipinggir jalan, kaleng tersebut sudah berkarat dan gepeng. Sikaleng merasa sudah tidak berguna lagi bagi orang lain atau pun bagi lingkungan sekitar, apalagi dengan kondisi sikaleng sekarang ini. Sikaleng hanya berharap ada seseorang yang mengambilnya agar dibuang ke tempat sampah.

Kemudian datanglah seorang pemuda berjalan menuju arah kaleng tersebut. Sikaleng sangat senang karena merasa dia akan diambil dan dibuang ke tempat sampah. Tapi apa yang terjadi? Sikaleng kemudian ditendang sangat keras sehingga terlempar jauh sambil berbunyi klenteng-klenteng-klenteng. Sikaleng sangat sedih dan merasa Tuhan sangat tidak adil pada dirinya, dia merasa lingkungan sekitarpun sangat membenci dia.

Setelah sekian lama kesepian, sikaleng melihat seorang pemulung datang menghampirinya dan memasukkannya kedalam keranjang. Kaleng tersebut sangat bingung melihat si pemulung yang tidak membuangnya ke tempat sampah tapi malah membawanya pulang ke rumah. Di rumah pemulung, kaleng tersebut dibersihkan dan dibagusi bagian yang gepeng. Setelah itu sikaleng diisi tanah dan ditanah tersebut ditanam bawang. Sikaleng sangat senang karena dirinya ternyata bisa berguna baik bagi sipemulung atau pun bagi sibawang teman barunya, sikaleng sekarang bukan lagi sikaleng yang kalau di tendang bunyinya klenteng-klenteng-klenteng. Dia sadar bahwa Tuhan selalu menempatkannya ditempat yang benar kapanpun, dimanapun, dan dalam kondisi bagaimanapun.

Ketika keadaan tidak seperti yang engkau inginkan, ketahuilah Tuhan memiliki rencana untuk mu bahkan lebih baik dari yang kau inginkan. Jika engkau percaya kepadaNya, Ia akan memberimu berkat-berkat besar. Kita tidak selalu tahu apa rencana Tuhan dalam hidup kita, kita hanya tahu bahwa jalanNya bukanlah jalan kita, tetapi jalanNya adalah yang terbaik untuk selamanya.

Oleh karena itu kita harus percaya dan berdoa sepenuh hati kepada Tuhan, karena Doa merupakan perjuangan iman. Dimana orang yang tengah berdoa, harus memiliki tekad dan kegigihan untuk tetap berharap dan bersandar kepada Allah. Sekalipun seolah Allah tidak memberi tanggapan, itu tidak berarti bahwa pendoa harus menyerah begitu saja tapi pada saat itu lah Tuhan melihat kesetiaan kita kepadaNya.

Selamat hari minggu PMK  GBU

-Saribu Raja-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s