HAPPY MAY DAY

 

Poster Hari Buruh 0

1 Mei? Ada apa sih dengan tanggal 1 Mei? Ada yang tau? Yes benar sekali! Tanggal 1 Mei selalu diperingati sebagai Hari Buruh Sedunia atau yang biasa disebut dengan “May Day”. Hari buruh sedunia diperingati di lebih dari 80 negara di dunia, yang merupakan perayaan gerakan pekerja se-dunia. Walau demikian masih banyak pekerja negara lain yang juga memperingatinya, secara tidak “resmi” karena negaranya tidak mengakui atau bukan hari libur nasional.
Apabila kita mendengar hari buruh, yang ada dalam pikiran kita adalah adanya kemacetan dimana-mana, demo besar-besaran para pekerja yang menuntut keadilan atas ekonomi, politis, dan hak-haknya dalam perusahaan karena mereka merasa tidak puas dengan yang diberikan pihak perusahaan, adanya ketidakadilan dan ketidaksetaraan, dan lainnya. Bahkan yang ditakutkan demonstrasi tersebut berakhir dengan anarkis dengan menghancurkan fasilitas umum dan lainnya.
Sedikit sejarah mengenai hari buruh. Hari buruh lahir dari berbagai rentetan perjuangan para pekerja, terutama di Amerika Serikat dan di negara-negara Eropa, demi memperjuangkan kendali ekonomi, politis dan hak-hak industrial yang sudah dimulai sejak awal abad-19. Penerapan disiplin yang ketat, peningkatan jam kerja, minimnya upah dan buruknya kondisi kerja di pabrik, mendorong lahirnya gerakan perlawanan dari kalangan pekerja.
Pemogokan pertama terjadi di Amerika serikat tahun 1806 yang membawa para pengorganisirnya masuk ke meja hijau. Dari gerakan ini terangkat fakta bahwa pada waktu itu para pekerja harus bekerja 19-20 jam sehari. Sejak saat itu, pengurangan jam kerja menjadi agenda bersama dalam pergerakan pekerja. Hingga pada tanggal 1 Mei 1886, sekitar 400.000 buruh Amerika Serikat melakukan aksi menuntut pemberlakukan jam kerja 8 jam sehari dan berbuntut pada penembakan oleh polisi kepada para demonstran.
Berbicara soal hari buruh, apa kaitannya hari buruh dengan kehidupan Kristen kita?
Berdasarkan Alkitab, Manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah dan merupakan ciptaan paling sempurna dari segala yang diciptakannya, bahkan kita manusia diberi tugas yang sangat mulia yaitu untuk “Merawat” dan “ Berkuasa” atas segala ciptaanya di dunia ini. Hal tersebut berarti bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk yang kreatif dalam relasinya dengan sesama, wajib mengatur kehidupan bersama dalam keharmonisan dengan semua orang.
Dengan demikian sebagai sesama manusia tidak boleh saling mengeksploitasi hak, kewajiban, dan martabatnya. Saat ini banyak sekali orang Kristen yang memiliki kedudukan sbagai pemimpin. Tetapi apakah mereka sudah memperlakukan karyawan/buruhnya sesuai dengan hakekat mereka sebagai makhluk ciptaan Allah? Atau bahkan sebaliknya memeras segala tenaga dan pikiran mereka dengan bekerja lebih dengan upah seminimum mungkin? Apakah para pengusaha kristen ikut mendukung agar hak-hak mereka diatur dalam undang-undang negara kita, atau justru menjadi penentang peraturan undang-undang dengan menggunakan berbagai cara? Sebagai umat Kristen kita seharusnya sadar bahwa setiap manusia adalah sama dan setara sehingga tidak akan terjadi adanya perbedaan atau pembatas dalam kehidupan sehari-hari.
Hal ini pun dapat kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari, bahkan mungkin kita sendiri pernah melakukannya, misalnya ketika kita memilih teman main kita, ketika kita memilih teman biasanya kita memilih teman yang berasal dari satu daerah atau satu status sosial saja sehingga menghasilkan “gap” dalam pertemanan sehingga kita banyak tidak mengenal orang-orang yang mungkin jauh lebih baik dari teman-teman saat ini. Adapun contoh lain yaitu ketika kita menjalankan suatu event dimana kita berposisi sebagai koordinator maupun ketua panitia dari event tersebut, yang biasanya kita lakukan ketika berada pada posisi tersebut adalah kita banyak menyuruh anggota untuk mengerjakan segala kegiatan tanpa melihat tingkat keletihan, tugas, perkuliahan, dan lainya demi kesuksesan event tersebut.
Apakah hal tersebut benar? Masih banyak contoh lain dalam kehidupan sehari-hari dimana ketidakharmonisan terjadi hal tersebutlah yang dapat kita renungkan dan evaluasi pada diri kita sendiri. apakah kita sudah memperlakukan orang yang berada di sekitar kita sesuai dengan kehendakNya? Apabila merasa belum maka mulailah belajar untuk membuka diri dan menjunjung tinggi kesetaraan dan keadilan dalam sesama, apabila merasa sudah pertahankanlah sifat tersebut jangan merasa tinggi hati. Terimakasih, Tuhan Yesus Memberkati 

-Mr. I-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s