“UAS? Siapa takut”

 

pster uas 2016

Ujian….ujian…. dan ujian….

Semua orang pasti tidak suka mendengar kata ujian, masalah atau pergumulan. Umumnya, kita lebih suka mendengar kata-kata tentang berkat, mukjizat, kemenangan dan perkara-perkara besar lainnya, karena hal-hal itulah yang sedang dicari dan diinginkan oleh manusia.Kita lupa bahwa setiap berkat, mukjizat, kemenangan, kesembuhan dan perkara-perkara besar selalu didahului dan diawali oleh ujian, masalah dan juga pergumulan yang tidak mudah.

Kata ujian memiliki arti sesuatu yang dipakai untuk menguji kualitas sesuatu, misal kepandaian, kemampuan, hasil belajar dari seseorang. Karena itu dalam dunia pendidikan ada yang namanya Ujian Akhir Semester (UAS). Bagi seorang mahasiswa, UAS adalah sesuatu yang tidak menyenangkan, menegangkan, tapi sangat menentukan.

PMKers, sebagai anak Tuhan, janganlah takut dengan kata ujian. Sebab di mana-mana kita pun akan menjumpai yang namanya ujian. Di kampus ada Ujian Akhir Semester (UAS), di lingkungan sekitar, ada yang namanya ujian hidup. Semua yang kita kerjakan akan diuji. Sebagai anak-anak Tuhan Yesus, kita harus lulus dan tahan uji. Bila hari ini gagal, coba lagi, bila masih gagal, ulangi lagi, sampai kita berhasil dan keluar menjadi pemenang. Sebab firman Tuhan berkata, “Jika pekerjaan yang kamu lakukan tahan uji alias lulus ujian, maka kamu akan mendapat upah.”

Sebelum menghadapi ujian, perlu sekali kita menguji diri sendiri terlebih dahulu, artinya mengukur dan menilai sejauh mana kesiapan kita dalam menghadapi ujian. Mungkin secara mental kita sudah siap, tapi ketika kita diuji ternyata banyak materi yang belum kita ketahui. Atau sebaliknya kita sudah tahu materi, tapi ketika ujian datang ternyata kita secara mental belum siap contohnya saja panik, was-was, khawatir dan takut. Kita harus mempersiapkannya sebaik mungkin dan tentu saja tidak lupa untuk berdoa. Bagi umat Kristiani, apa gunanya kita belajar tapi tidak berdoa? Begitu juga sebaliknya, apa gunanya kita berdoa tetapi tidak belajar? Antara belajar dan berdoa, keduanya harus tetap seimbang. (Ora et Labora)

Oleh sebab itu lakukanlah bagian kita dan Tuhan juga akan melakukan bagian-Nya. Seperti kata Rasul Paulus: “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.” (1 Kor.3:6). Kita melakukan tugas kita dalam perjuangan ini dan Tuhanlah yang memberkati pekerjaan kita. Demikian juga yang dikatakan oleh pemazmur dalam Mazmur 127:1-2. Tuhanlah yang membuat setiap pekerjaan kita berhasil. Semangat menghadapi UAS, PMKers. Bersama Tuhan, kita pasti bisa. Tuhan memberkati.

Salvio Hexia

 

Sumber http://www.kerygmateenz.com/renungan/2015/03/08/lulus-ujian

http://airhidupblog.blogspot.co.id/2014/11/menghadapi-ujian-menguji-diri-sendiri.html

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s