Hari Kartini Hari Perenungan

 

Kartini

Pada hari ini 21 April, bangsa Indonesia memperingati hari Kartini. Orang kebanyakan mengatakan hari ini sebagai hari emansipasi kaum wanita. Apabila menyebut kata emansipasi wanita, pikiran semua orang tertuju pada sosok seorang wanita pemberani dari tanah Jawa, tepatnya di kota Jepara Jawa tengah bernama Raden Ajeng Kartini.
Raden Ajeng Kartini adalah seorang wanita pemberani pada zamannya karena ia mempelopori kebangkitan perempuan pribumi. Hasil pemikirannya tertuang dalam surat-suratnya yang di kemudian hari dibukukan dengan judul: “Door Duisternis tot Licht” yang berarti “Dari kegelapan menuju cahaya”.
Memahami Kartini tentunya kita jangan membayangkan konteks zaman sekarang, dengan berbagai gadget canggih, yang bisa menghubungkan kita dengan setiap sudut dunia. Saat Kartini menulis surat-suratnya ia hanya seorang gadis Jawa berusia 21 tahun, yang hidup sekitar 130 tahun lalu, di sebuah kota kecil di pesisir Jawa, saat Belanda menguasai bangsa ini. Dengan pemahaman akan zaman itu, kita pantas menyimpulkan bahwa Kartini adalah wanita jenius pada zamannya.
Hendaknya kita juga tidak sinis, hanya karena pada akhirnya Kartini menyerah pada tuntutan adat dan masyarakat patriarkat, yaitu menikah dengan pria yang telah beristri dan beranak. Karena, walaupun ia sendiri tak berhasil menggapai cita-citanya, Kartini telah berhasil membuat wanita Indonesia masa kini bisa menanamkan cita-cita setinggi langit dan sekaligus meraihnya.
Di dalam Kitab Suci kita juga menemukan banyak tokoh wanita pemberani. Maria Magdalena adalah salah satu contoh wanita pemberani. Ia berjalan kemana-mana bersama para murid Yesus Kristus. Perempuan lain yang ikut bersamanya adalah Maria ibu Yesus, Maria ibu Yakobus Muda dan Salome. Maria Magdalena dan teman-temannya ini dikatakan sebagai wanita pemberani karena mereka mau keluar dari lingkungan mereka untuk menyapa kaum pria yang mengikuti Yesus dari Nazareth dan melayani mereka dengan harta kekayaan pribadi. Padahal berdasarkan adat kebiasaan pada zaman itu, seorang wanita tidak perlu menjadi akrab dengan pria apalagi kalau pria itu orang asing. Ada jarak yang jauh antara pria dan wanita.
Maria Magdalena dan Maria yang lain yang datang ke kubur Yesus pada pagi-pagi buta. Mereka berdua datang dalam suasana gelap, penuh dengan ketakutan, apalagi saat itu ada gempa bumi. Mereka semakin takut ketika berjumpa dengan malaikat Tuhan yang berpakaian putih duduk di atas batu penutup pintu kubur Yesus. Ia berkata kepada mereka, “Janganlah kalian takut, sebab sebab kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada disini sebab Ia telah bangkit sama seperti yang dikatakanNya” (Mat 28:5-6). Ketakutan sebagai ketakutan tidak menghasilkan apa-apa. Itu sebabnya Yesus berkata, “Jangan Takut”.
Maria Magdalena dan Maria yang lain (ibu Yakobus) adalah figur-figur wanita yang memiliki perjuangan yang mirip. Sebagai kaum wanita, mereka berjuang supaya situasi social bisa berubah dan orang bersatu di dalam keluarganya. Keluarga-keluarga bisa berubah lebih baik. Sosok Maria Magdalena menginspirasikan kita untuk terus menerus berjuang mencari dan menemukan Tuhan dalam segala situasi. Tentu ada pengalaman kegelapan, ada halangan-halangan lain yang muncul dari fenomena alam seperti bencana alam. Maria Magdalena dan Maria yang lain tetap berani berusaha sampai menemukan Yesus
Maria Magdalena dan Kartini adalah dua sosok wanita yang memotivasi banyak wanita di negeri ini untuk berjuang memerdekakan kaum wanita yang lainnya. Kadang-kadang usaha memerdekakan atau mengemansipasi kaum wanita jauh di luar pikiran kita. Kita butuh wanita yang memiliki daya juang seperti Maria Magdalena dan Maria yang lain. Kita membutuhkan wanita yang berani melawan arus seperti Raden Ajeng Kartini. Di negeri ini banyak wanita yang punya potensi untuk turut bekerja, berjuang untuk mencapai persamaan gender.
Melihat kaum wanita yang memiliki posisi dalam kepemimpinan bukanlah sesuatu yang tabu lagi. Mari kita berdoa dalam nama Tuhan Yesus bagi seluruh kaum wanita di Indonesia, khususnya wanita Kristen, untuk bisa terus berkarya dan memberikan dampak yang positif bagi Indonesia. Kiranya Tuhan Yesus memberkati setiap wanita Kristen di Indonesia sehingga mereka bisa menjadi berkat bagi keluarga, masyarakat, gereja, dan negara, melalui segala sesuatu yang mereka lakukan. Biarkanlah mereka bertumbuh dan sukses.

Selamat hari Kartini

-patricia pink-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s