Give Thanks With Serving

 

ok1

“Kumelayangkan mataku kegunung-gunung dari manakah datang pertolonganku, pertolonganku datangnya dari Tuhan yang menjadikansemesta…(Maz 121:1-2)”. Sebagian dari kita mungkin sudah tidak asing dengan penggalan nats diatas karna sudah cukupfamiliar dan sudah di tuangkan dalam sebuah lagu. Nats ini merupakan ekspresi dan mazmur dari Daud yang meyadari betul bahwa keselamatan itu hanya datang dari Tuhan yang menjadikan semesta.
Dalam perjanjian baru, hal ini juga kembali di pertegas oleh pernyataan Paulus dalam efesus 2:8 “ sebab kerena kasih karunia kamu di selamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,” yang menjelaskan bahwa keselamatan itu berasal daripada Allah sendiri dan diberikan kepada setiap orang yang percaya padanya. Tidak berhenti sampai disitu, apa bila kita melihat ke ayat selanjutnya (ayt 9) “ itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” yang kembali mempertegas bahwa keselamatan yang di berikan oleh Kristus Yesus, diberikan secara cuma-cuma dan keselamatan itu bukanlah hasil dari pekerjaan yang dilakukan oleh manusia itu sendiri. Intinya adalah keselamatan itu berhak diterima oleh siapa saja, tidak terikat oleh aturan apapun asalkan dia beriman kepada Yesus Kristus.
Oleh karna keselamatan adalah anugerah, maka kita pun wajib bersyukur kepada Allah atas AnugrahNya tersebut. Efesus 2:10 menjelaskan bahwa setiap kita di ciptakan untuk melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Allah sebelumnya. Filipi 2:12-18, juga menyatakan bahwa kita harus tetap mengerjakan keselamatan yang kita miliki dalam situasi dan kondisi apapun. Hal ini semakin memperjelas kepada kita bahwa keselamatan yang kita terima tidaklah diperuntukan hanya untuk diri kita sendiri tetapi juga untuk di kabarkan kepada orang lain. Kita juga memiliki tanggung jawab untuk menggenapkan Amanat Agung (Mat 28:18-20) yang diberikan oleh Tuhan Yesus sebelum Ia terangkat ke sorga.
Ucapan syukur atas keselamatan yang kita peroleh dapat kita wujudkan dengan melayani sesama. Melalui pelayanan, kita dapat berbagi kasih dan memberitakan Kristus kepada orang lain, sehingga mereka juga bisa memperoleh keselamatan yang sama seperti yang kita miliki. Melayani tidaklah terbatas pada hal-hal atau kegiatan tertentu, melainkan segala aspek yang ada dalam kehidupan kita. Dalam melayani kita juga harus menyadari bahwa semua yang kita lakukan hanya oleh karunia Tuhan semata.
Melayani bukanlah sebuah pilihan melainkan bagian dari hidup. Setiap hari kita harus melayani orang lain. Melalui kolose 3:23, kita diingatkan apapun yang kita kerjakan, kita harus mengerjakannya untuk Tuhan bukan untuk manusia.
Kristus adalah teladan utama dalam pelayanan, karna dia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani, hendaklah kita juga seperti begitu. Kita harus mengambil inisiatif untuk melayani, dan menyadari bahwa itu adalah panggilan untuk kita semua. Dalam melayani, hendaklah kita juga tetap menjaga kekudusan kita, sehingga setiap orang yang kita layani dapat melihat Kristus didalam diri kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s