Sun and Moon (Roma12:9,15-16)

 

Jumatan 26 Mei 2017

Kehidupan di bumi tak terlepas dari adanya peran Matahari dan Bulan. Agar kehidupan di bumi tetap ada, maka matahari dan bulan harus bersama-sama ada untuk itu. Manusia, hewan dan tumbuhan memang ada di bumi, tapi tanpa adanya matahari dan bulan maka bumi pun tak sanggup memberi kehidupan bagi makhluk hidup yang ada diatasnya. Mereka saling melengkapi satu dengan yang lain, dimana matahari meyongkong kehidupan di siang hari dan bulan di waktu malam hari. Dengan begitu maka kehidupanpun akan tetap ada di bumi.
Sama halnya dengan kehidupan orang percaya, kita harus saling melengkapi satu dengan yang lain agar kita bisa menjadikan semua bangsa menjadi murid Tuhan Yesus. Namun sebelum itu, terlebih dahulu kita harus mengenal orang-orang yang akan bersama-sama dengan kita. Dengan kata lain kita harus peduli terhadap sesama kita. Kita harus memiliki Empati yang tinggi terhadap mereka tidak hanya sekedar bersimpati.
Dalam Roma 12:9, Paulus menasehatkan supaya kita tidak hidup dalam kasih yang pura-pura. Artinya ketika kita mengatakan bahwa kita mengasihi orang lain dan itu hanya sekedar di mulut saja, maka itu adalah sebuah kepura-puraan. Harusnya kepedulian kita, kita tujukkan melalui tindakan yang nyata, tidak hanya melalui perkataan saja.
Sebuah ungkapan dari suku Indian mengatakan “Sebelum kita benar-benar memahami orang lain, kita harus berjalan sejauh satu mil dengan sepatu atau sandal mereka. Sebelum kita dapat berjalan dengan sepatu atau sandal orang lain, kita harus melepaskan sepatu atau sandal kita”.
Mengasihi sesama berarti ikut merasakan apa yang sedang mereka rasakan dan apa yang sedang mereka alami. Sama seperti ungkapan orang Indian diatas, apabila kita ingin menjalin hubungan yang baik dengan orang lain, maka kita harus siap berada di posisi mereka dan merasakan apa yang mereka rasakan. Ketika mereka senang kita ada untuk mereka, ketika mereka sedih kita pun harus ada bagi mereka.
Janganlah kita mengasihi orang lain karena alasan, kondisi, atau tujuan tertentu. Kita harus bisa mengasihi tanpa membedakan-bedakan satu dengan yang lain. Hendaklah kita memiliki motivasi yang benar dalam mengasihi sesama kita. Dan semua yang kita lakukan harus kita landaskan pada Kristus saja, karena Dia telah terlebih dahulu mengasihi kita semua.

Ringkasan

Kehidupan orang percaya haruslah seperti matahari dan bulan yang saling melengkapi satu sama lain, tujuannya adalah supaya kita bisa menjadikan semua bangsa menjadi murid Tuhan Yesus. Namun sebelum itu, terlebih dahulu kita harus mengenal orang-orang yang akan bersama-sama dengan kita. Dengan kata lain kita harus peduli terhadap sesama kita.
Paulus menasehatkan supaya kita tidak hidup dalam kasih yang pura-pura. Harusnya kepedulian kita, kita tujukkan melalui tindakan yang nyata, tidak hanya melalui perkataan saja. Sebuah ungkapan dari suku Indian mengatakan “Sebelum kita benar-benar memahami orang lain, kita harus berjalan sejauh satu mil dengan sepatu atau sandal mereka. Sebelum kita dapat berjalan dengan sepatu atau sandal orang lain, kita harus melepaskan sepatu atau sandal kita”.yang artinya Mengasihi sesama berarti ikut merasakan apa yang sedang mereka rasakan dan apa yang sedang mereka alami. Ketika mereka senang kita ada untuk mereka, ketika mereka sedih kita pun harus ada bagi mereka.
Janganlah kita mengasihi orang lain karena alasan, kondisi, atau tujuan tertentu. Kita harus bisa mengasihi tanpa membedakan-bedakan satu dengan yang lain. Hendaklah kita memiliki motivasi yang benar dalam mengasihi sesama kita. Dan semua yang kita lakukan harus kita landaskan pada Kristus saja, karena Dia telah terlebih dahulu mengasihi kita semua.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s