Tembakau? Rokok? Sehatkah untuk Tubuh?

 

Hari Anti Tembakau

Shallom, salam sejahtera untuk kita semua.
Dalam artikel renungan kali ini, penulis hendak mengangkat topik mengenai bagaimana cara kita untuk memerangi tembakau. Produk dari tanaman Nicotiania ini menjadi terkenal karena pada tahun 1560, duta besar Perancis di pengadilan Portugis yang bernama Jean Nicot mengirim beberapa tembakau kepada Ratu Perancis saat itu, Catherine de Medici. Jean merekomendasikan tembakau sebagai obat untuk migrain. Rekomendasi dari Jean ini terbukti ampuh dan kemudian kabar tentang cara pengobatan migraine menggunakan tembakau ini menyebar ke seluruh Perancis. Tanaman tembakau saat itu mendapatkan nama latin Nicotiania, sebagai penghormatan atas jasa Jean Nicot. Pada awal abad 19, tanaman tersebut dikenal dengan istilah nikotin. Namun, bila kita berbicara tentang siapa yang menggunakan tembakau pertama kali, mereka adalah suku-suku asli Benua Amerika seperti suku Indian, suku Maya, dan suku Aztec. Kata tembakau sendiri, menurut kesaksian Christopher Columbus (Oktober, 1492) saat ekspedisinya menjelajahi Benua Amerika berasal dari penduduk setempat, tobacco, yang artinya memutar daun berukuran besar dan dibakar untuk dinikmati asapnya. Suku-suku asli Benua Amerika saat itu merokok dengan tujuan untuk mempererat hubungan antar suku, serta sebagai media ritual terhadap dewa-dewa.
Seiring berjalannya waktu, tembakau digunakan tidak lagi hanya sebagai perlengkapan ritual ataupun keperluan medis semata. Tembakau kini sudah sangat popuer digunakan di seluruh dunia. Kegiatan menghisap asap bakaran tembakau melalui rokok ini sudah selayaknya trend/gaya hidup bagi sebagian besar manusia di dunia saat ini. Di Indonesia sendiri, rokok menjadi permasalahan besar yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Mengapa demikian? Data dari Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa perokok di Indonesia pada usia 15 tahun ke atas meningkat menjadi 36,3%, dibandingkan dengan Tahun 1975 yaitu 27%.
Kegiatan merokok menimbulkan berbagai risiko, seperti stroke, kanker mulut dan tenggorokan, kanker paru-paru, kanker tulang, kanker organ reproduksi, sampak kematian. World Health Organization, yang menetapkan “Tembakau mengancam Kita Semua” sebagai tema Hari Anti Tembakau 2017 menyatakan bahwa merokok membunuh setidaknya 7 juta manusia per tahun. 7 juta manusia dari berbagai rentang usia, dari berbagai suku bangsa, dari berbagai keadaan ekonomi dan sosial, meninggal akibat rokok. Betapa berbahayanya rokok itu, bukan?
Sebelum membahas hal ini lebih lanjut, mungkin timbul pertanyaan apa pentingnya untuk mengetahui tentang rokok? Sun Tzu, ahli strategi militer serta filsuf yang hidup pada masa Cina Kuno berkata, “Ketahuilah musuhmu dan ketahuilah dirimu, maka dirimu tak perlu mengkhawatirkan hasil dari ratusan peperangan yang akan kau hadapi”. Dalam renungan hari ini, musuh kita adalah rokok. Untuk dapat memeranginya dengan baik, kita perlu tahu asal usulnya, mengapa sedemikian populernya dia. Dengan demikian, kita bisa memeranginya dengan baik.
Saat ini, kita sudah mengenal rokok mulai dari sejarahnya sampai dengan akibat yang dapat timbul dari gaya hidup merokok, langkah selanjutnya adalah kita harus mengenali diri kita sendiri. Sebagai pengikut Kristus, kita harus mengetahui, siapakah kita di dunia ini? Apa peranan kita di dunia ini?
Ada tertulis dalam Mazmur 8:3-5, “Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun, Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.” Itulah kita, manusia, di hadapan Allah. Allah telah memahkotai kita dengan kehormatan, sudah selayaknya lah kita bertindak seperti orang terhormat. Lalu ada tertulis demikian, “Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.” (Lukas 12:6-7). Kita berharga di mata Tuhan. Tentu kita semua mengetahui, bahwa Allah menciptakan kita di saat segala sesuatunya sudah ada di dunia ini, sehingga kita bisa memanfaatkannya demi kemuliaan Allah. Karena itu, berlakulah demikian. Muliakanlah Allah, persembahkan dirimu sebagai persembahan yang hidup. Hal ini tidak akan bisa dilakukan jika kita tidak memerangi perbuatan yang merusak tubuh seperti halnya merokok. Karena sesungguhnya tubuh kita ini adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kita, dengan merusaknya sama saja dengan kita tidak menjaga bait Roh Kudus tersebut. Merupakan sebuah lelucon yang sangat tidak lucu apabila kita berpikir bahwa kita dapat terus memuliakan Allah, tetapi kita tetap terjebak dalam gaya hidup merokok yang menjerumuskan baik jiwa maupun raga.
Teman-teman sekalian, ketahuilah, bahwa kita adalah garam dan terangnya dunia ini (Matius 5:13). Bagaimana kita bisa menjadi garam dan terang bagi dunia, apabila kita masih berlaku seperti dunia? Firman Tuhan dalam Roma 12:2 berkata, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”. Sudah sangat tegas diperintahkan kepada kita, bahwa kita harus berbeda. Kita harus dapat melakukan kehendak Allah, yang berkenan kepada-Nya. Dalam kaitannya dengan gaya hidup merokok, jika memang kita sadar bahwa kita harus menjalankan apa yang berkenan bagi Allah, sudah seharusnya kita perangi rokok secara bersama-sama. Bagi mereka yang masih menjadi perokok sampai detik ini, berpalinglah dari kebiasaan tersebut. Bagi mereka yang bukan perokok, jangan apatis. Bantulah teman-teman kita agar mereka bisa bertobat dan kembali ke gaya hidup yang sehat.
Sekian yang dapat disampaikan oleh penulis. Semoga di Hari Anti Tembakau Sedunia ini kita semakin menyadari betapa berbahayanya rokok dan semakin banyak orang yang tersadarkan dari gaya hidup yang mematikan tersebut. Kiranya Tuhan menyertai kita semua, amin.
Blast

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s