S.I.L.E.N.T (L.I.S.T.E.N) (Yakobus 1:19-21)

 

1496279760614

Terpujilah Tuhan yang telah menciptakan kita. Ia sungguh luar biasa memperlengkapi kita dengan dua telinga untuk mendengar, yang tentunya berfungsi untuk membantu kita menerima rangsangan suara yang datang dari luar. Dalam kehidupan kita sehari-hari, mendengar adalah hal yang sangat penting. Dari pendengaran, maka kita akan mengerti apa yang dikatakan oleh orang lain, sehingga membantu kita untuk mengerti situasi dan kondisi yang sedang terjadi. Ya atau tidak, setiap dari kita mendengarkan banyak hal, baik itu yang besifat positif ataupun negative yang bisa mempengaruhi kita dalam melakukan sesuatu hal.
Dalam Nats yang kita baca ( Yakobus 1:19-21), menegaskan bahwa pendengaran adalah salah satu komponen penting dalam iman kekristenan, karena iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh firman Kristus (Roma:10:17). Penulis menasehatkan supaya kita cepat dalam mendengarkan segala sesuatu. Yang berarti kita harus memiliki kepekaan yang baik untuk mendengarkan, baik hal-hal yang ada di sekitar kita sampai kepada pendengaran akan firman Tuhan.
Tidak cukup hanya menjadi pendengar yang setia, tetapi kita juga harus menjadi pelaku dari apa yang telah kita dengarkan. Bukan berarti kita harus melakukan semua yang kita dengarkan, hanya hal-hal yang baik dan berkenan dimata Tuhan, itulah yang kita harus lakukan. Dan saat melakukannya, lakukanlah itu dengan bijak bukan dengan amarah (ayat 21).
Salah satu bukti nyata kita menjadi pelaku adalah dengan kepedulian kita terhadap sesama. Janganlah kita hanya berfokus pada diri kita sendiri, tetapi Kita juga harus bisa mendengarkan orang lain yang ada disekitar kita. Dengan begitu kita akan mengerti apa yang sedang mereka rasakan dan mengerti bagaimana kita harus memposisikan diri. Tetapi Terkadang itu menjadi hal yang sulit untuk dilakukan, karena kita masih mementingkan ego dan masih hidup di bawah tekanan dosa. Oleh karena itu, kita harus bisa melepaskan semua itu dan melembutkan hati untuk peduli kepada sesama kita. Saya percaya bahwa ketika kita sedang mendengarkan orang lain, Tuhan juga turut campur tangan dalam membetuk kita untuk memiliki hati yang penuh dengan belas kasihan sama seperti hatinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s