METAMORPHOSA

Ibrani 15:13-14 “Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai panca indera yang terlatih untuk membedakan yang baik daripada yang jahat.”

Metamorphosa adalah suatu perubahan, dan biasanya dalam dunia ilmu pengetahuan ada beberapa hewan yang mengalami metamorphosa sempurna. Seperti katak, kupu-kupu dan yang lainnya. Arti sesungguhnya dari metamorphosa adalah adanya perubahan. Seperti halnya katak yang dia mengalami perubahan yang dapat dikategorikan sempurna yaitu dari telur, kecebong, katak kecil hingga katak dewasa.

Hal serupa harusnya menjadi fokus dalam kehidupan Kekristenan kita. Dalam surat Ibrani sudah sangat dijelaskan bagaimana seorang Kristen itu memiliki karakter yang berkualitas dan dewasa. Dewasa di sini bukan hanya tentang umur tetapi dewasa dalam hal emosi dan juga dewasa secara Roh. Oleh karena itu dikatakan bahwa ketika kita masih minum susu berati kita masih dikategorikan sebagai seorang anak dan bukan sebagai orang yang dewasa. Sebab seorang yang dewasa mampu untuk makan makanan yang keras, maksudnya disinni adalah bukan makanan keras secara fisik tetapi ini adalah seperti sebuah perumpaan yang di tulis dalam Kitab Ibrani. Yaitu mereka yang dewasa adalah mereka yang mampu berpikir, berperilaku dan memberikan emosi yang telah terlatih dari setiap proses yang telah dilalui.

Menjadi dewasa dalam Tuhan juga butuh yang namanya proses yaitu seperti metamorphosa yang kita tau dalam katak dan kupu-kupu. Perlu yang namanya kerendahan hati dan sikap untuk mendengar apa yang Tuhan mau dan mendengar sesama kita. Jangan hanya berfokus pada diri sendiri tetapi juga berfokus pada orang lain. Metamorphosa juga berarti untuk keluar dari zona nyaman kita, meninggalkan hal-hal yang membuat kita enggan untuk meninggalkannya dan berlari pada tujuan yang sebenarnya sudah Tuhan siapkan bagi kita.

Untuk bisa menjadi dewasa lebih lagi adalah diperlukan untuk membiarkan Tuhan memproses hidup kita dan mengijinkan Dia untuk membentuk hidup kita, biarkan Dia yang bertahta dan bukan kita yang bertahta. Biarkan Dia yang beracara dan bukan kita yang beracara. Maka yang namanya kedewasaan yang mampu mengenal apa yang baik dan jahat akan dapat kita lakukan sebagai seorang anak Kristus jika kita sudah mampu melewati setiap proses yang Dia berikan.

Setiap proses dan didikan yang kita alami jangan pernah untuk bosen tetapi banyaklah untuk bersyukur, sebab dari situ kita dapat dikatakn sebagai anak Allah dan dari situ kedewasaan kita semakin terlatih di dalam Dia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s