Be Brave

1519893085625.jpgBe Brave
2 Timotius 1:7-8 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.
Ayat diatas merupakan pesan yang disampaikan Paulus kepada Timotius (anaknya yang sah di dalam iman) untuk tetap bertekun di dalam pemberitaan injil dan memikul salib. Sebab Allah memberikan roh keberanian kepada setiap kita, bukan roh ketakutan yang menghambat injil itu diberitakan. Ketakutan, kekhawatiran, keraguan, semuanya adalah tipu daya si iblis agar kita menunda untuk pergi bersaksi memberitakan kabar baik itu.
Tuhan selalu memberikan kekuatan dan penyertaan pada setiap anak-anak-Nya, orang-orang yang memberikan diri untuk menjadi alat-Nya tidak akan pernah dibiarkan berjalan sendiri. Ini bukan berbicara kamu mampu atau tidak, tapi apakah kamu mau atau tidak untuk dipakai menjadi pemberita injil. Bahkan Paulus berkata jangan malu, ya jangan malu ketika kamu harus keluar dari zona nyaman, ketika kamu harus datang kepada hidup orang lain yang tidak kamu kenal, ketahuilah setiap orang membutuhkan injil itu. Karna hanya injil itu sendirilah yang dapat menjelaskan bagaimana keselamatan itu kita peroleh. Jadilah jawaban doa atas setiap orang-orang yang menantikan kabar itu.
Dia sendiri yang akan memimpin setiap hidup kita dalam pengerjaan amanat agung, ini kerinduan-Nya. Minta belas kasihan Tuhan penuhi hidup kita, sehingga kamu mengerti kenapa Dia begitu ingin semua orang mendengar injil. Karna belas kasihan tidak bisa diusahakan oleh manusia, semuanya lahir dari pengenalan akan Kristus Yesus. Hati-Nya begitu pilu melihat orang-orang menikmati dosa-dosanya, senang menjadi orang yang suam-suam kuku, bahkan yang telah menjadi hambar dalam kerohaniannya.
Dipakai-Nya adalah kasih karunia, so jangan tunda lagi sekaranglah waktunya. Mulailah bersaksi dari hal-hal kecil, jadilah teladan atas lingkunganmu, milikilah hidup yang memancarkan kasih dan rupa Kristus, dan pastikan kamu pun menyampaikan injil itu pada mereka. Orang-orang diluar sana melihat buah dari murid-murid Kristus, jadi pastikan kita adalah ranting-ranting yang berbuah, bukan ranting yang dipotong lalu dibakar, dibuang dan menjadi tidak berguna (perumpamaan dalam firman).
Paulus mungkin merasakan penderitaan ketika dia mengabarkan injil itu, dia harus dipenjara, tapi lihatlah imannya justru semakin teguh di dalam Tuhan. Paulus juga mengatakan pada Timotius ikutlah menderita bagi injil-Nya, mungkin sebagian dari kita bingung kok ada ya orang yang mau melakukan itu, bahkan menyuruh orang lain untuk melakukannya, jawabannya adalah karena pengenalan spiritual yang sangat dalam membuat Paulus mengerti bahwa yang terutama adalah karena dia mencintai Allah, karna dia begitu mengasihi Tuhan dia mau taat sampai mati untuk tetap memberitakan injil. Bahkan dia mengerti penderitaan yang dia alami tidak sebanding dengan keselamatan yang sudah Tuhan karuniakan pada dirinya. Lalu apakah kita pun punya respon hati yang sama seperti Paulus PMK’ers?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s