Luka Batin

1538048650103

LUKA BATIN
Ibrani 12 : 15 Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
Luka batin adalah suatu keadaan dalam batin seseorang yang menimbulkan perasaan marah, benci, kecewa dan pahit hati yang begitu mendalam sebagai akibat dari penolakan atau perlakuan semena-mena dari orang lain. Pada dasarnya, luka batin muncul bukan karena perbuatan orang lain yang membuat kita sakit hati, tetapi justru terletak pada respon kita terhadap perbuatan orang tersebut.
Alkitab memberikan contoh dari kehidupan Yusuf yang begitu pahit akibat ulah saudara-saudaranya yang kecewa dan sakit hati sehingga mereka memperlakukan Yusuf dengan tidak adil. Tetapi Yusuf tidak menjadi pahit hati, benci dan dendam kepada saudara-saudaranya ketika ia telah sukses menjadi pemimpin di Mesir. Ia juga tidak memberontak dan membela diri ketika di fitnah oleh isteri Potifar. Ia juga tidak mengeluh dan mengomel ketika dilupakan oleh juru minum raja Firaun. Justru ia memberi pengampunan. Ini terjadi karena Yusuf memilih untuk merespon secara positif terhadap setiap masalah yang dihadapinya. Yusuf memiliki roh yang kuat. Ia tidak pernah mengizinkan kemarahan dan sakit hati menguasai dirinya, sehingga ia bebas dari luka batin.
Apabila akar kepahitan itu dibiarkan, maka semakin lama semakin menyebarkan virus perpecahan dan pertengkaran, bahkan dapat mencemarkan orang lain juga sehingga lebih banyak lagi orang yang menjadi marah, kecewa, mendendam, sulit mengampuni, dll (Ibrani 12:14-15). Selain itu juga semakin lama akan menyebabkan semakin banyak lagi luka baru, ntah itu menjadi rusak gambar diri, minder, kasar, ataupun hal-hal yang lain sebagai reaksi negatif dari luka batin yang kita alami
Luka batin adalah sebuah pilihan, apakah kita membiarkan itu terjadi sehingga kita mengalaminya dan merasakannya, lalu apabila saat ini ada luka dalam hati kita yang masih tersimpan maka segeralah untuk selesaikan. Luka bukan untuk disimpan, dilupakan atau pun diabaikan, tetapi luka itu seharusnya mengalami kesembuhan, artinya mensengajakan diir untuk mau disembuhkan dan dipulihkan. Waktu tidak dapat menyembuhkan luka batin. Kesembuhan luka batin hanya bisa terjadi ketika kita menginjinkan kuasa kasih Kristus menguasai hati kita. Ingin bebas dari luka batin? Berilah pengampunan kepada orang yang menyakiti kita, maka kita akan temukan damai sejahtera, sukacita dan kekuatan yang berlimpah untuk menjalani kehidupan ini. Matius 6:15,16 berkata: “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s