Hari Sumpah Pemuda

1540712527364.jpg

Hari Sumpah Pemuda
Pertama : Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia. Kedoea : Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. Ketiga : Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Shallom PMKers! Hari Sumpah Pemuda jatuh di bulan Oktober tepatnya pada tanggal 27-28 Oktober. Sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia ini merupakan ikrar yang dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegakan cita-cita bangsa Indonesia. Sumpah Pemuda sendiri adalah keputusan Kongres Pemuda yang diselenggarakan selama dua hari tersebut.
Saat itu kongres ini sangat berarti bagi para pemuda yang ikut melakukan pergerakan kemerdekaan. Mereka ingin negara yang mereka cintai terbebas dari belenggu penjajah. Sumpah Pemuda bersifat abadi, ia memiliki makna yang seharusnya ikut dimaknai generasi muda Indonesia saat ini. Apa saja yang harus dimaknai para generasi muda Indonesia terhadap Sumpah Pemuda?
Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh
Pada tahun 1928, Indonesia sedang berjuang teguh untuk meraih kemerdekaan. Masyarakat sadar sudah saatnya bangsa terbebas dari penjajah. Tak ada batasan umur, gender maupun suku untuk memerangi penjajah. Maka pemuda-pemudi Indonesia lantas tak ingin tinggal diam. Namun mereka sadar, perjuangan mereka kurang berhasil jika hanya berjuang sendirian. Mereka butuh bersatu dengan pemuda-pemudi Indonesia lainnya. Maka tercetuslah mendirikan Kongres Pemuda Indonesia yang diadakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928. Pemuda-pemudi dari seluruh Indonesia berkumpul untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Umur tak jadi penghalang untuk membuat perubahan
Dari katanya saja Anda bisa menilai, pemuda-pemudi adalah mereka yang terbilang memiliki umur yang muda. Namun umur tak menjadi penghalang untuk pemuda-pemudi Indonesia melakukan perubahan. Mereka berkumpul menjadi satu dan dengan tegas memberikan identitas bahwa mereka adalah bagian dari Indonesia, dan mereka bangga. Hal ini tentunya memberikan perubahan bagi Indonesia yang saat itu kebanyakan meraut karena susahnya hidup di bawah jajahan bangsa asing. Dengan semangat menjujung persatuan, pemuda-pemudi ini membawa perubahan. Bahwa tak ada waktu untuk duduk diam, perjuangan merebut kemerdekaan harus terus dilaksanakan.
Pemuda-pemudi adalah harapan bangsa
Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno pernah mengatakan “berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Berikan aku 10 pemuda niscaya akan kuguncang dunia”. Pernyataan Soekarno ini dengan terang-terangan menyatakan bahwa pemuda-pemudi Indonesia merupakan harapan bangsa. Mereka lah yang akan membawa bangsa Indonesia ke arah kemajuan. Dimana Indonesia menjadi negara yang aman, nyaman dan tentram untuk ditinggali rakyatnya. Dimana Indonesia menjadi negara yang diperhitungkan dan mampu bersaing dengan negara lain.
Tak perlu ambisi tinggi untuk memajukan bangsa
Lewat Sumpah Pemuda, salah satu hal yang dapat dimaknai adalah perjuangan tak pernah mengenal besar kecilnya upaya yang dikerahkan. Tak perlu ambisi tinggi untuk memajukan bangsa. Pemuda-pemudi sekarang bahkan telah diberi kenyamanan dengan bisa pergi sekolah tanpa harus memikirkan kemerdekaan negerinya. Cukup dengan belajar yang rajin, menjunjung tinggi rasa nasionalisme, dan memiliki karakter yang kuat juga disiplin. Hanya dengan menerapkan hal-hal ini di dalam keseharian, pemuda-pemudi sudah mampu membawa angin sejuk kemajuan pada negerinya sendiri.
Jangan pernah meninggalkan sejarah
Sejarah adalah akar dari segala bangsa. Tidak akan ada masa depan untuk bangsa yang meninggalkan sejarahnya. Sumpah Pemuda kini menjadi sejarah dimana pernah ada pergerakan pemuda-pemudi Indonesia yang dilakukan sebagai bentuk perjuangan kemerdekaan Indonesia. Generasi muda Indonesia harus terus mengingat Sumpah Pemuda, karena lewat sumpah inilah perjalanan pemuda-pemudi Indonesa kala itu dimulai.
Pemuda Indonesia adalah ujung tombak masa depan bangsa. Dalam Efesus 4:16″ Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, — yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.” Setiap apapun yang kita lakukan maka lakukanlah dengan kasih. Karena kasih akan menimbulkan rasa persatuan yang memudahkan untuk meraih masa depan yang lebih baik. God Bless You!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s