LABOR DAY

temlencontoh

Yoh. 14:27

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”

Jika tgl. 1 April disebut April Mop, maka tgl. 1 Mei disebut May Day. Tidak ada hubungan antara keduanya. Masing-masing punya sejarah yang unik. May Day adalah Hari Buruh (‘Labor Day’, ‘International Worker’s Day’). Berawal dari keresahan buruh di Amerika yang harus bekerja belasan jam tiap harinya, maka pada puncaknya tgl. 1 Mei 1886 terjadi demo masif yang melibatkan sekitar 400 ribu buruh. Mereka menuntut jam kerja 8 jam/hari. Ratusan buruh menjadi ‘martir’ karena tindakan represif dari polisi setempat. Hingga kini, peringatan May Day selalu diwarnai dengan demo ketidakpuasan buruh di hampir semua negara di dunia yang menuntut ini dan itu.

Ketidakpuasan selalu menjadi bagian dari natur keberdosaan manusia. Ego manusia selalu menuntut lebih, sulit memahami dan menerapkan kata ‘cukup’. Hal inilah yang merampas damai sejahtera dalam hidup manusia. Jika kita tidak pernah puas, maka belum ada damai di dalam hati dan pikiran kita. Kepuasan dan kedamaian sejati hanya didapat dari pemulihan relasi manusia dengan Allah, oleh karya Roh Kudus, melalui salib Kristus, di dalam ketetapan Allah. Satu bukti kita adalah anak Allah yang telah diselamatkan adalah hati yang penuh damai sejahtera. Kita puas dengan rahmat Allah, menerima segala sesuatu sebagai anugerah-Nya, tanpa menuntut/memaksa. Sehingga slogan: “Happy Labor Day” benar-benar menjadi bagian kita, bukan seruan panik: “Mayday, mayday

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s