TAAT TANPA SPEKULASI

Poster Jumatan, 01 Mei 2020[RENUNGAN IBADAH JUMATAN]

Bacaan:

Kej. 26: 1-6; 12-14

            Dalam masa-masa sukar, terkadang kita diperhadapkan dengan situasi yang membuat kita harus segera mengambil keputusan. Keputusan yang kita ambil sering hanya mengandalkan pemikiran kita sendiri atau pandangan kita secara sepihak saja tanpa melibatkan Tuhan didalamnya. Dalam kisah ini, negeri yang ditinggali oleh Ishak mengalami bencana kelaparan, dan Ishak mengambil keputusan untuk pergi ke Mesir. Namun, Tuhan ingin agar Ishak tidak kesana. Tuhan ingin agar Ia menempati suatu negeri bernama Gerar dan tinggal sebagai orang asing disana. Yang penting untuk kita teladani adalah respon dari Ishak yang tidak melakukan perdebatan yang sia-sia dengan Tuhan. Ia taat dan melakukan apa yang diperintahkan kepadanya.

            Berbicara tentang ketaatan adalah hal yang mudah, tapi untuk melakukan ketaatan adalah perkara yang sulit, apalagi taat ketika berada di situasi yang sulit atau tidak mendukung.  Sesungguhnya setiap ketaatan selalu mendatangkan berkat, sebab Tuhan membalas setiap orang sesuai dengan perbuatannya. Ishak adalah salah satu contoh tokoh yang mengalami berkat Tuhan secara luar biasa karena taat melakukan apa yang Tuhan perintahkan meski dalam situasi yang tidak mendukung sekalipun.  Ketika terjadi kelaparan hebat Tuhan melarang Ishak untuk pergi ke Mesir, melainkan tinggal di Gerar, suatu tempat di Filistin,  “Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu.”  (Kejadian 26:3).  Perintah Tuhan seringkali tidak masuk akal, karena itu banyak orang tidak mau taat;  padahal Tuhan punya rencana yang indah bagi setiap orang yang mau taat kepada-Nya!  “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.”  (Yesaya 55:8-9).

            Prinsip dunia mengatakan, bahwa kita akan melakukan sesuatu jika itu akan menguntungkan atau memberi feedback yang baik. Sehingga kita mulai hitung-hitungan dengan Tuhan, hanya melakukan perintah yang baik menurut pandangan kita. Namun dari kisah Ishak kita dapat belajar bahwa apapun itu, jika hal tersebut sesuai dengan Firman Tuhan maka harus kita taati dan tidak usah banyak berspekulasi dengan Tuhan. Kita harus menanamkan sifat tulus dan ikhlas saat kita melakukan sesuatu, lakukanlah tanpa pamrih. Kebaikan Tuhan pada kita sudah sangat berlimpah, mau minta apa lagi? Bahkan Tuhan tidak suruh kita untuk membayar dengan uang untuk semua yang Dia berikan, Tuhan hanya minta kita TAAT.

            Dalam kondisi yang sekarang terjadi, mungkin kita berada dirumah atau sedang stay dikos masing-masing. Kita dapat membantu pemerintah, tenaga medis dengan cara taat pada peraturan yang sudah ditetapkan. Anda tidak perlu berspekulasi bahwa pemerintah tidak memperhatikan nasib warga dan sebaginya. Cukup tati peraturan yang ada dan lakukan, itu  sudah cukup membantu dalam mengentaskan wabah saat ini. Atau jika saat ini mungkin sedang bersama orang tua, kita seharusnya taat pada apapun perintah orangtua tanpa meminta macam-macam dan memberi syarat baru dikerjakan. Lakukan saja dengan ikhlas dan tulus, dengan demikian Tuhan pun akan memenuhi segala apa yang kita perlukan.

            Sebagai mahasiswa, inilah saatnya kita utnuk belajar terus taat secara sungguh-sungguh kepada Tuhan. Jika dalam masa muda kita sudah belajar untuk taat, maka hal ini akan terbawa-bawa sampai kita dewasa bahkan bisa menjadi teladan yang baik bagi sekeliling kita hingga anak cucu kita kelak. Ingat, perbuatan dan ketaatan kita hari ini, emnetukan kualitas kehidupan kita dimasa mendatang, apa yang ditabur itulah yang kita tuai. Seperti ishak yang diberkati Tuhan secara luar biasa karna ketatannya (ayat 12-14), itu merupakan hasil dari ketatannya yang tidak sedikitpun berspekulais terhadap perinath Tuhan. Jika Ishak menuai berkat dari hasil ketaatannya, maka bagi kita juga berlaku hal yang sama. TAATLAH

Amin, Tuhan Yesus memberkati 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s