Me or My Parents, Siapa yang Harus Lebih Dimengerti?



[Renungan Ibadah Jumatan]


2 Ekstrim yang sedang terjadi pada saat ini adalah:

  • Fokus ke keluarga dan mengabaikan kegiatan perkuliahan
  • Fokus ke perkuliahan dan mengabaikan keluarga

Sikap kita sebagai mahasiswa sebaiknya adalah memiliki identitas diri sebagai anak Allah yaitu pembawa damai. Ditengah kondisi yang tidak baik, Yesus mengajarkan bahwa anak-anak Allah adalah pembawa damai bukan pembawa konflik. Caranya adalah Menjadi Garam dan Terang (Matius 5:13-16). Dalam hal ini garam memiliki makna kita memberi rasa yang berpengaruh baik kepada manusia disekitar kita. Sementara terang artinya kita harus mampu memberi cahaya di tengah kegelapan. Menjadi terang dan garam di mana pun termasuk di keluarga dan perkuliahan.


Contoh praktis apa yang bisa kita lakukan?

  • Melakukan tugas-tugas rumah walaupun sedang dalam masa kuliah online
  • Menyapu, mengepel, beres-beres rumah, ke ladang, dll
  • Melakukan tugas-tugas perkuliahan walaupun di rumah
  • Membuat tugas kelompok, ikut meeting organisasi, tanggung jawab kuliah dan pelayanan dilakukan dengan baik dan benar


Untuk keadaan saat ini, tidak ada kata siapa yang harus dimengerti, yang ada adalah kedua pihak perlu saling mengerti agar tidak terjadi konflik. Mari belajar berkomunikasi dengan baik, terbuka atas apa saja yang dikerjakan kepada keluarga sehingga kita tidak menimbulkan salah paham dan pada akhirnya kita bisa membawa damai bagi keluarga kita.

-Tuhan Yesus Memberkati-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s