Menulis Asyik

Perlukah Rasa Khawatir?
Penulis: Rodnauli

Shalom PMKers!
Masih “suka kuatir”? Meski hal yang lazim – apalagi bagi masyarakat perkotaan – perasaan ini sebaiknya jangan dipiara lama-lama. Ayo kita simak apa yang dipesankan oleh nas 1 Petrus 5:7 “Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” Ini tulisan yang sangat memberkati. Silahkan disimak
 
Pasti di antara kita atau bahkan setiap individu, pernah mengalami yang namanya ragu atau khawatir. Entah itu akan hari esok, masa depan yang masih jauh, atau bahkan sekarang ini. Iya, saat ini! Tentang apa? Bisa aja khawatir apakah esok akan cerah, apakah akan baik-baik saja, dan apakah perkuliahan ini akan selesai tepat waktu (wajar ‘kan secara namanya mahasiswa yang lagi kuliah …). Dan masih banyak lagi. Kerinduan akan pasangan hidup pilihan Tuhan, tentu termasuk di dalamnya, ya!
 
Nah, itu semua terjadi karena kita lupa akan kehadiran Tuhan di hidup kita. Tidak ingat bahwa masih Tuhan yang berdaulat untuk apa pun yang ada di muka bumi ini.
 
Jika dituruti, banyak hal (bahkan mungkin semua hal) bisa menjadi sumber kekhawatiran. Dari Perang Rusia – Ukraina yang belum jelas kapan selesainya, sampai yang paling “remeh” (karena sebenarnya sudah disediakan oleh ortu) tentang apa yang akan kita makan dan pakai esok.
 
Kekhawatiran itu muncul karena kita tidak sepenuhnya yakin bahwa Tuhan yang masih pegang kendali atas semua aspek kehidupan. Rasa khawatir memang manusiawi, namun kita harus ingat bahwa sebagai orang percaya, kita diajarkan untuk selalu percaya kepada Tuhan. Tentang segala hal. Sepatutnya juga, kita berserah akan kehidupan kita kepada Tuhan, semua masalah, dan semua ketidaksempurnaan kita kepada-Nya. Ingat, bahwa Tuhan selalu memelihara umat-Nya, yakni setiap orang yang percaya kepada-Nya.
 
Tidak perlu lagi ada alasan untuk merasa cemas tentang kehidupan kita, khawatir akan hari esok, meragukan masa depan, karena Tuhan selalu menyertai, memelihara, menuntun, dan memperhatikan kita di setiap langkah kehidupan. Jadi, mulai sekarang, kita harus belajar untuk selalu yakin akan penyertaan Tuhan atas hidup kita. Juga harus yakin dan percaya bahwa rencana Tuhan, pemeliharaan Tuhan, dan kehendak Tuhan atas kehidupan kita pasti diberikan-Nya yang terbaik. Tidak pernah ada yang namanya rancangan kecelakaan.
 
Sebelum lupa, perasaan khawatir itu juga pertanda kekurangberimanan kita, lho. Makanya, kalau sudah mulai ada khawatir – besar atau kecil, berat atau ringan, cuma kita yang tahu ukurannya – periksa, jangan dibiarkan berlama-lama. Segera tepis! Dengan cara apa? Baca firman Tuhan. Berdoa sungguh-sungguh. Atau, mau yang paling ringan? Cukup dengan berseru: “Hai khawatir, engkau tidak berkuasa atas diriku. Dalam nama Yesus, enyahlah dari diriku!”
 
Gampang, ‘kan? Silahkan dicoba!
 
Ayat:
“Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”
(1 Petrus 5:7).
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s