Category Archives: Renungan

tempalte-pmk3_01

“Tuluskah Hatimu?”
1 Tesalonika 2 : 5-6

Pelayanan Paulus di Tesalonika
Pada ayat 5 dan 6 berbunyi : (5) karna kami tidak pernah bermulut manis hal itu kamu ketahui dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi Allah adalah saksi. (6) juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus.

Hati yang tulus adalah hati yang bersih, jujur, lurus dan benar, penuh kesungguhan. Kitakah pemiliknya? Tuhan menuntut ketulusan hati, demikian kata pemazmur. Mengapa? Karena hati yang tulus adalah bagaikan rumah yang nyaman bagi kita. Di sana ada kasih, kehangatan, kedamaian, kegembiraan yang bisa dirasakan. Tuhan menuntut ketulusan hati karena Ia tidak menginginkan hati kita dikuasai dosa dan kejahatan. Mari kita merawat hati kita agar hati kita senantiasa terisi dengan ketulusan. Mari kita berjuang untuk memiliki hati yang tulus selama hidup kita

Dan dalam firman ini juga mengajar kita untuk seperti rasul Paulus dimana ia melayani tanpa ada maksud loba yang tersembunyi. Jadi, tuluskah hatimu? mari PMK kita harus setia dan tulus hati di dalam Tuhan untuk saling melayani, saling mengasihi sesama manusia, dengan tulus hati. Dan Paulus juga mengajar kita untuk tidak mencari pujian dari apa yang kita lakukan, mari kita lakukan segala sesuatu dengan tulus hati dan tidak mengharapkan imbalan. Dan pada 1 Tesalonika 2 : 12 yang terakhir Paulus meminta kita dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu kedalam kerajaan Allah dan Kemuliaannya.

BERANI MENABUR

J-15-03_02GALATIA 6:8-10

“Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman”

 

Didalam diri kita masng-masing TUHAN sudah kasih potensi yang sangat besar dan sebenarnya kalau kita gali lebih dalam maka kita akan mampu memberikan yang terbaik, baik dalam pelayanan, organisasi, bermasyarakat dan lain sebagainya. Sehingga apapun potensi yang kita miliki, semuanya kita berikan hanya untuk kemuliaan nama TUHAN.

Didalam bacaan kita pada saat ini juga, menuntut kita untuk terus berbuat baik, karena pada akhirnya ketika masa penuaian itu datang, kita menuai yang baik juga. Sangat berbeda dengan orang yang sering menabur kejahatan, akar pahit, dosa dan sejenisnya, mereka tidak akan mendapatkan suatu kebaikan apapun karna pada akhirnya mereka akan menuai semuanya.

Karena apa? dalam kehidupan sebagai kristen, setiap perbuatan kita dimasa kini baik itu buruk maupun perbuatan baik, akan berdampak pada kehidupan kita dimasa depan. Mungkin tidak akan kita rasakan dalam beberapa jam atau hari kemudian, namun juga dalam jangka waktu yang lebih panjang dan tidak dapat ditentukan. Inilah yang dinamakan hukum tabur-tuai itu.

Yang paling penting adalah bahwa, apapun yang kita tabur semasa kita didunia tidak hanya akan berdampak dalam kehidupan kita dimasa mendatang selama kita masih didunia ini. Namun, ada hal yang jauh lebih serius, yaitu kehidupan kekal nanti. Jika anda menabur yang baik saat ini, maka didalam kekelkalan nanti juga akan menuai yang baik, begitu pun sebaliknya.

Dengan adanya peringatan ini, orang kristen harusnya lebih termotivasi untuk lebih menabur banyak hal-hal baik disekitarnya. Karena Tuhan sendiri sudah berjanji untuk membalas setiap kebaikan yang kita lakukan terhadap sesama kita, terutama saudara kita seiman. Menabur Firman dan memberikan pelayanan yang sepenuhnya adalah bagian dari tugas orang percaya. Dengan memberikan pelayan terbaik dan tidak setengah-setengah, sebenarnya kita sudah menabur sesuatu yang baik dan besar untuk kehidupan masa depan kita bahkan kehidupan kekal kita nanti.

Tapi ternyata tidak sedikit diantara kita memiliki rasa khawatir dan ketakutan yang berlebihan. Salah satu khawatiran orang kristen dizaman ini adalah takut salah dan takut tidak diterima. Padahal, mereka hanya tidak dan belum mengelurkan potensi terbaik mereka serta memiliki motivasi pelayanan yang masih salah.

Mintalah bimbingan dan arahan dari Roh Kudus, supaya tujuan dan motivasi kita dalam memberitakan injil itu tetap lurus. Percayalah, bahwa Firman yang akan kita tabur itu tidak pernah sia-sia, namun ia akan bertumbuh dan semakin berkembang asalkan selalu kita bawa dalam doa. Karena itu, jangan pernah remehkan potensimu, berikan yang terbaik serta bersungguh-sungguhlah dalam setiap pekerjaan, pelayanan serta kehidupanmu.

TUHAN YESUS MEBERKATI

SYALOOM !

 

 

 

 

MULTICULTURALISM

jumatan_01

Dalam  (Yakobus 2 : 1,9) dikatakan bahwa Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.  Tetapi, jikalau kamu memandang muka,  kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran. Selain kita dipanggil untuk memiliki persekutuan yang kasih dengan Tuhan. Kita juga harus hidup dalam persekutuan dengan sesama. Dengan sifatnya sebagai makluk sosial, secara manusiawi, manusia akan membentuk suatu komunitas karena setiap orang memiliki kebutuhan untuk saling berinteraksi, saling berbagi rasa, saling mencurahkan kasih sayang dan sebagainya.

Adapun pun tanda bahwa kita memiliki persekutuan dengan sesama adalah ketika kita hidup didalam kasih, atau mempraktekkan kasih sebagaimana yang Tuhan Yesus printahkan dalam ( yohanes 13 : 34-35). Namun, dalam dunia yang sekarang ini banyak yang tidak mempratikkan kasih sebagaimana yang  Tuhan perintahkan contohnya dalam dunia pendidikan kita masih membuat perkumpulan-perkumpulan (geng) ada kelompok yang hanya bermain dengan sesama jurusan diperkulihan, bermain hanya bermain dengan orang-orang yang sesama suku dan lain-sebagainya.  Namun apakah ini yang Tuhan kehendaki? Tentu saja tidak karena rasul paulus juga menasehatkan, “ Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah dalam kasih sebagaimana Kristus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan dirinya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah”. Jika kita sebagai anak-anak Allah kita harus meniru dan memiliki sifat menyerupai Allah.

Jadi mari PMK’S  sebagai anak-anak Tuhan kita berteman dengan siapa saja tanpa memandang muka, suku ras dan budaya seperti yang dikehendaki Tuhan. Di PMK ini juga memilki suku & budaya  yang beragam kita semua adalah keluarga mari kita bersatu dan berteman dengan siapa saja tanpa ada kelompok kelompok (geng) dan paling utama adalah hidup saling mengasihi sebagai sesama ciptaan Allah. Tuhan berkati

KITA DIPILIH

39283

Tema : Kita Dipilih

Ayat : 2 Tesalonika 2 : 13-15

Dalam ayat tersebut disampaikan bahwa pada mulanya Allah telah memilih kita untuk diselamatkan dalam Roh dan kebenaran yang kita percayai. Yesus juga mengatakan dalam injil Yohanes bahwa bukan kita yang dipilih oleh Dia tetapi Dialah yang telah memilih kita dan menetapkan kita supaya kita pergi dan menghasilkan buah supaya apa yang kita minta kepada Bapa dalam namaNya akan diberikanNya kepada kita. Karena itu tetaplah berpegang teguh pada ajaran dan kebenaranNya sebab Allah sungguh mengasihi kita. Apapun yang telah diberikanNya dalam hidup kita adalah sesuatu yang baik, tetaplah bersyukur atas apa yang terjadi dalam hidup kita, sebab Allah sedang memberikan penyelamatan melalui injilnya yang kudus.

Belajarlah untuk tetap setia dan mengasihi Allah dengan sungguh-sungguh, meskipun dengan segala perkara yang ada, ingatlah selalu akan Allah, ingatlah akan firmanNya, sebab firmanNya adalah kebenaran yang menjadi pelita bagi hidup kita. Apabila kita mulai merasa tidak dapat melakukan apapun yang berguna, Allah yang mengasihi kita akan selalu memberikan pengharapan yang baik serta penghiburan sejati kepada kita. Seperti yang tertulis dalam Yohanes 15:7, Yesus berkata “Jikalau kamu tinggal didalam Aku dan Firman-Ku tinggal didalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya”.

Kita sebagai anak yang yang telah dipilih oleh Allah harus dapat memahami firmanNya dengan baik didalam hidup kita, tidak hanya memahami namun juga harus menjadi pelaku FirmanNya. Sebagai Anak pilihanNya, lakukanlah pelayanan kepada orang lain seperti yang dilakukan oleh Yesus yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. Lakukanlah sebuah pelayanan itu dengan penuh sungguh-sungguh meskipun akan banyak pencobaan yang datang secara bergantian, seperti layaknya seorang hamba Tuhan bernama Paulus yang dengan segala kerendahan hatinya melayani Tuhan meskipun dalam pelayanan itu ia banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan, Paulus tidak pernah melalaikan tugasnya melakukan pelayanan untuk memberitakan injil kasih karunia Allah.

Sebab itu, jadilah hamba Allah yang baik, yang mau menyenangkan hatiNya dan melakukan segala sesuatu demi kemuliaan namaNya, sebab kita telah dipilih olehNya untuk diselamatkan, kita adalah Anak-anak pilihanNya, tetaplah berpegang teguh kepada injil dan kebenaranNya.

The Most Beautiful Gift

1545706150196

 

The Most Beautiful Gift
Shallom PMKers! Kalau kita bisa merayakan Natal di tahun 2018 ini adalah karena kasih Tuhan yang teramat besar bagi kita. Berbicara tentang natal, yang pertama-tama dimengerti oleh kebanyakan orang Kristen adalah memeringati hari kelahiran Yesus Kristus, tidak lebih. Berbagai acara diadakan untuk menyambut natal. Umumnya gereja menggelar perayaan besar-besaran lengkap dengan pernak-pernik hiasan pohon natal, penyalaan lilin, drama dan sinterklas. Ada juga yang beranggapan bahwa natal identik dengan hadiah, karenanya mereka memanfaatkan momen ini untuk bertukar kado atau memberikan hadiah kepada sanak keluarga. Tidak sedikit orang Kristen yang menunggu-nunggu momen natal sebagai kesempatan emas untuk bepergian jauh bersama keluarga karena mereka beroleh liburan yang cukup panjang. Jika kita memaknai natal hanya sebatas perayaan, hiasan, hadiah atau liburan, berarti kita telah kehilangan makna esensial dari natal.
Natal tidak bisa dipisahkan dari anugerah, di mana Allah memberikan anugerah terbesar bagi umat manusia yaitu Yesus Kristus. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.” (Yohanes 3:16-17). Mengapa Allah rela memberikan Putera-Nya (Yesus Kristus) bagi dunia? Ini adalah bukti nyata Allah sangat mengasihi manusia, Ia tidak menghendaki kita semua mengalami kebinasaan kekal. “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.” (Roma 3:10), maka upahnya adalah maut (Roma 6:23).
Itulah sebabnya Allah memberikan Yesus Kristus menjadi Juruselamat dunia yang akan membebaskan manusia dari hukuman dosa. Penebusan dosa dilakukan melalui karya kematian-Nya di kayu salib, dan setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak mengalami kebinasaan kekal.
“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” Kisah 4:12. Natal membawa Damai, sukacita, pengharapan, dan berkat yang berkelimpahan, selalu menyertai keluarga dan pekerjaan kita sekalian. Selamat Natal Keluarga PMKers dan Tuhan Yesus Memberkati.
-SUNSHINE-

1545706150196

Selamat Malam Natal

51441DC8-62CC-45DD-A090-4608F8D7083B.jpeg

Hadiah apa yang kamu harapkan?

Shallom keluarga PMKers! Natal segera tiba…!  Sebentar lagi kita akan merasakan sukacita karena Natal segera tiba. Sungguh merupakan anugerah Tuhan jika kita masih beroleh kesempatan merayakan Natal kembali. Seluruh dunia antusias menyambut datangnya Natal, termasuk merayakan Natal dengan pesta bagi sebagian orang.

“Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.”  Yohanes 1:9

 Namun, tahukah kita bahwa pada malam saat Yesus dilahirkan adalah malam yang penuh gejolak?  Ketika mendengar Yesus dilahirkan, raja Herodes merasa terancam, ia takut dan kuatir kalau kedudukannya sebagai raja akan diambil alih oleh bayi Yesus yang disebut-sebut sebagai raja orang Yahudi oleh orang-orang majus yang datang pada malam itu.  Akhirnya, malam Natal pertama itu menjadi malam yang sangat mencekam dan penuh dengan ratap tangis di seluruh negeri, karena Herodes  “…menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.”  (Matius 2:16b).

     Apakah kita sudah memahami makna natal yang sejati?  Apa yang sudah dikerjakan Allah bagi dunia ini?  Allah memiliki rancangan yang sungguh mulia bagi keselamatan umat manusia, sehingga Dia harus mengutus PuteraNya Yesus Kristus untuk turun ke dunia ini  (baca  Yohanes 3:16).  Dalam Roma 2:10 dikatakan:  “Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah-yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan-, yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.”  (Ibrani 2:10).  Ini menunjukkan bahwa karya keselamatan yang dikerjakan Allah bukanlah rancangan yang sembarangan karena karya keselamatan itu dikerjakan sejak dari kekekalan.  Dan karena kasihNya yang begitu besar, Allah rela menyerahkan PuteraNya untuk menjadi tebusan bagi kita manusia yang berdosa.  Inilah hadiah terbesar dari Allah bagi dunia ini.  Yesus Kristus datang ke dunia tanpa dipenuhi dengan gemerlap dan kemegahan, Dia lahir dalam dalam sebuah kandang yang hina dan miskin di tengah dunia yang dicengkeram oleh kegelapan dosa. God Bless You!

 

Selamat Hari Ibu

01F39089-309C-45AE-AB8E-CA6DA2B907B1

Selamat Hari Ibu
“Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.” Ulangan 6:6-7
Ibu adalah seorang yang sudah melahirkan kita ke dunia ini. Dengan segala beban, perjuangan dan tetes keringat yang sudah beliau keluarkan untuk mengeluarkan bayi nya didalam perut ibu. Tidak ada satu pun yang dapat menggantikan posisi seorang ibu dihati kita, juga apa yang sudah beliau berikan untuk kita. Namun apakah kita sebagai anak yang sudah dilahirkan, dimanjakan, dibesarkan. Kita tidak menyadari apa yang sudah diperjuangkan beliau agar anak nya itu tumbuh menjadi anak yang berbakti, menurut setiap perkataan, dan berhasil yang selama ini ibu kita inginkan. Juga tiada balas jasa dalam melahirkan kita kedunia ini dengan segala perjuangan beliau. Apakah kita sebagai anak dapat memahami itu semua, segala apa yang sudah beliau lakukan untuk kita, walaupun sudah berbagai cara untuk ibu kita bahagia.
Mungkin kita tidak menyadari apa yang sudah beliau perjuangkan untuk melahirkan kita. Memang pada saat itu situasinya agak berbeda dibandingkan segala penderitaan beliau dalam mengandung kita walau pun seringkali si anak selalu melakukan aktivitas, seperti menendang-menendang perut beliau sambil menahan rasa sakit akibat ulah kita. Lebih dari itu, ibu juga merasakan seluruh beban saat mengandung kita saat masih didalam perut. Beban yang dirasakan pada saat ibu sedang beraktivitas dalam berbagai hal seperti bekerja, memasak, dan sebagainya meski harus menahan beban dan rasa sakit saat mengandung kita pada saat itu. Seharusnya dengan itu semua kita dapat menyayangi ibu membasuh kedua kakinya dengan air sebagai pengabdian seorang anak yang tak akan pernah tergantikan oleh apa pun.
Seringkali kita tidak pernah membayangkannya, seperti kegelisahan seorang ibu yang pada saat itu sedang mengandung kita sebelum akhirnya kita dilahirkan dari rahimnya. Dengan sekuat tenaga beliau menahan semua penderitaan serta beban yang ditanggung demi seorang anak yang sedang dikandungnya dalam aktivitas apa pun. Namun kegelisahaan seorang ibu itu merupakan hal yang sangat berat, karena pada saat melahirkan ibu sangat cemas dengan keadaan anaknya sebelum akhirnya anak itu dapat dilahirkan sampai-sampai beliau tidak mencemaskan keadaannya sendiri. Melainkan beliau hanya mengutamakan keselamatan anaknya dari pada mencemaskan keadaannya tersebut. Sungguh, kecemasan atau pun segala kegelisahan yang pernah dialami ibu kita itu sangat besar dan berisiko terhadap keadaannya pada saat itu. Ibu kita tidak peduli walau beliau harus mati hanya untuk menolong seorang anak yang dilahirkannya dari pada anak nya yang harus mati akibat nyawa anak nya tidak tertolong.
Maka dari itu mengapa harus adanya peringatan hari ibu, karena hari ibu itu merupakan suatu pengabdian, suatu perjuangan, dan suatu pengorbanan seorang ibu yang melahirkan, yang memberi ASI, yang membesarkan kita selama ini. Bukan itu saja hari dimana seorang ibu yang menjadi pahlawan bagi hidup kita dan menjadi pelopor utama dalam hidup kita setelah ayah. Karena kalau bukan jasa beliau mungkin kita tidak bisa merasakan seperti sekarang ini, yang dapat menjejaki kaki kita kedunia ini tanpa perjuangan seorang ibu yang melahirkan kita.
-SUNSHINE-

LAPORAN KEUNGAN BULAN NOVEMBER

LAPORAN KEUANGAN BULAN OKTOBER

Shallom PMKers, berikut ini adalah laporan keuangan dari PMK FEB Undip bulan November 2018
Semoga PMK FEB Undip dapat menjadi lebih baik dan nama Tuhan selalu dipermuliakan.

Untuk lebih jelasnya bisa klik dilink dibawah ini :

37343_Laporan Keuangan PMK FEBblnNov

Tak Tergoyahkan

1543478932740-picsay.png“Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah. ”
– Mazmur 55:23

Terkadang dalam menghadapi pergumulan di dunia ini kita merasa kuatir. Kita sering hanyut dan terbawa ke dalam kekuatiran tersebut hingga kita perlahan lahan tenggelam dan hidup dalam kekuatiran.
Perasaan kuatir tidak membuat pergumulanmu menjadi berkurang atau bahkan selesai. Rasul Paulus berkata di dalam suratnya terhadap jemaat di Filipi “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6)
ketika kita merasa kuatir hendaknya kita menyerahkan kekuatiran tersebut kepada Tuhan dan kita harus bangkit dari keterpurukan karena Tuhan Allah memelihara kita dan tidak akan membiarkan kita anak-anakNya tergoyahkan dalam kekuatiran.
Pertanyaanya adalah apakah saat kertas ujian ada dihadapanmu, kamu merasa kuatir akan kegagalan ? jangan berjuang hanya dengan kekuatanmu saja, berdoa dan andalkanlah Tuhan.
Ia senantiasa bersamamu

-Purge

LAST EDITION THE SOLDIERS

B797EEC1-688F-4B7D-8D44-4DB07FFA2A90Shallom PMKers

“Kualitas Menderita”

2 Timotius 2 : 1-4

Sebagai orang Kristen kita sering tidak bisa terhindar dari berbagai bentuk penderitaan oleh karena iman kepada Tuhan kita Yesus Kristus. Ini bukanlah kesusahan apalagi kemalangan, melainkan kasih karunia yang Tuhan beri. Walau kadang pada kenyataannya, ada saja orang percaya yang merasa keadaan “ikut menderita bersama Kristus” adalah suatu kenyataan yang begitu berat dan ingin dihindari. Lumrah, siapa sih yang mau menderita?

Rasul Paulus telah menganggap Timotius sebagai anak rohaninya sendiri. Karena itu ia merasa perlu untuk mengingatkan dan meneguhkan Timotius akan panggilannya sebagai pengikut Kristus dan pelayan di jemaat. Nasehat untuk tetap berusaha menjadi kuat oleh karena kasih karunia yang diterima di dalam Kristus Yesus, meskipun menghadapi berbagai penderitaan. Hal ini diikuti dengan pengajaran adanya kualitas pribadi sebagai orang yang menderita karena nama Kristus. Untuk itu, Paulus mengangkat tiga profesi menjadi contoh, yaitu prajurit, olahragawan dan petani. Nilai yang Paulus angkat dari ketiga profesi itu adalah adanya kemampuan untuk fokus pada tujuan, taat pada peraturan, daya juang yang tinggi, gigih dan pantang menyerah, kesabaran yang tinggi, ketabahan dan kuatnya pengharapan akan hasil akhir yang baik, semangat kerja keras, dan kesetiaan sampai akhir.

Penderitaan oleh karena iman adalah hal yang lumrah. Itulah konsekuensi iman. Penderitaan itu harusnya membuat kita bertambah kuat dan teguh, bukan lembek dan cengeng.