Category Archives: Serba Serbi

BENARKAH KITA SUDAH SEPENUHNYA MERDEKA?

Status sudah merdeka, ternyata kita masih berpotensi dijajah.

Saat mendengar kata “Merdeka” yang terbayang dalam benak kita mungkin berbeda-beda. Ada yang membayangkan teks proklamasi, upacara kemerdekaan online, ornamen merah-putih, lomba makan kerupuk antar RT, dan lainnya. Atau mungkin tepat pada tanggal 17 Agustus ini PMKers bahkan sedang berburu diskon belanja online hari kemerdekaan yang tersebar di banyak marketplace. Semua  ini memang sudah menjadi hal yang lumrah di temukan dalam kemeriahan perayaan hari kemerdekaan Indonesia yang selalu kita rayakan setiap tahunnya. Hari ini juga sudah sepatutnya seluruh Warga Negara Indonesia bergembira karena tepat 76 tahun yang lalu Bangsa Indonesia telah terbebas dari penjajahan yang berabad-abad. Perjuangan menuju kemerdekaan akhirnya tercapai. Walaupun masih dalam kondisi pandemi, semangat perjuangan kita tidak boleh surut.

Merdeka berarti bebas. Tidak ada lagi penjajah yang berhak membelenggu, mengikat, ataupun memperbudak bangsa ini. Bangsa ini berhak mengatur dan menentukan sendiri arah dan haluan masa depannya, menjadi mandiri dan tidak diikat oleh Negara manapun. Seluruh komponen yang ada di dalamnya merdeka, tidak ada yang terkecuali satupun. Ini adalah kemerdekaan sebagai bangsa. Tetapi kemerdekaan kita sebagai manusia adalah kemerdekaan yang kita peroleh dalam Kristus yang telah membebaskan kita.

Yohanes 8 : 30-38 (TB)

30 Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya. 31 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku 32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” 33 Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?” 34 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. 35 Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. 36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.”

Dalam Yohanes 8 : 30-38 Yesus menyampaikan pokok tentang “Kebenaran yang memerdekakan”. Pada saat itu orang-orang Yahudi yang ada di situ tidak dapat menerima perkataanNya tentang kebenaran yang memerdekakan tersebut. Karena mereka adalah bangsa pilihan dan keturunan Abraham, maka secara teori sebenarnya mereka memang adalah bangsa yang sudah merdeka. Apa lagi kebenaran yang mereka perlukan untuk menjadi merdeka? Namun Yesus menekankan bahwa status sebagai umat Allah dan keturunan Abraham belumlah cukup. Karena walaupun memiliki status sebagai keturunan Abraham tetapi masih hidup dalam belenggu dosa, mereka tetaplah hamba dosa. Keturunan Abraham layaknya meneladani Abraham yang iman dan percayanya penuh kepada Allah.

Kita menyebut diri  kita sebagai murid Yesus, namun apakah kita sepenuhnya menghidupi kebenaran firmanNya, ataukah hidup kita masih saja terikat oleh bermacam-macam perbuatan daging? Kristus telah memerdekakan kita dari dosa. Kemerdekaan yang Yesus berikan bukanlah kebebasan yang tidak memiliki batas sehingga kita dengan sesuka hati melakukan apa yang kita mau hingga terlena dengan perbuatan daging. Kebebasan yang Allah berikan tanpa syarat itu akan sia-sia jika kita tetaplah menjadi budak dosa dan dunia. Karena itu sebagai murid Yesus yang menyebut diri sebagai Kristen sudah sepantasnya memiliki karakter Kristus. Kebenaran dalam Kristus akan menyadarkan kita dari dosa dan kuasa Yesus membebaskan kita dari penjajahan dosa. Jadi sekarang manakah yang akan kita pilih? Kekristenan sebagai sebuah status atau gaya hidup? Dimerdekakan dari dosa atau dimerdekakan untuk berbuat dosa?

Menjadi Kristen tidak cukup hanya status. Kita harusnya percaya dengan segenap hati, segenap jiwa, dan perbuatan kepada Yesus sebagai kebenaran yang memerdekakan kita. Terimalah Yesus sebagai Juruselamat dan kebenaran itu akan memerdekakan kita. Agar bukan hanya status kita sebagai bangsa Indonesia dan sebagai manusia saja yang merdeka tapi kita juga merdeka dari dosa.

Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-76 Tahun PMKers!

Tubuhmu Adalah Bait Allah

Oleh: Kakicapung97

[Menulis Asyik]

Shalom PMKers!!

Gimana kabarnya?? Aku harap gimanapun kabarnya tetap bahagia ya.

Nah, dalam kesempatan ini aku pengen sharing nih tentang topik yang keliatannya klise tapi ternyata ada hal unik di dalamnya.

Kita akan bahas Tubuhmu adalah Bait Allah.

Di zaman sekarang, ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah begitu maju benar – benar mempengaruhi cara kita berpikir. Kemajuan ini membuat kita anak muda semakin bisa berpikir secara logis dalam segala hal, termasuk juga dengan konsep kekudusan yang mungkin pada saat ini mengalami pergeseran karena pemikiran logis kita sendiri. 

Nah, ternyata kondisi ini bukanlah kondisi yang baru, bukan masalah yang baru. Ternyata dalam Alkitab yang ditulis bertahun-tahun yang lalu, Paulus sudah mengalami hal yang serupa!

Iya, Paulus pernah mengalami hal yang sama di Korintus. Pada jaman itu Korintus merupakan kota yang berada di jalur strategis yang menghubungkan Asia dan Eropa, hal ini lah yang membuat Korintus menjadi kota yang maju. Di tengah kemajuan Korintus, ilmu pengetahuan juga berkembang. Salah satunya dikemukakan oleh seorang filsuf dari Stoa yang berkata “Hal yang terpenting adalah jiwa manusia; tubuh hanya materi yang tidak penting”. Cara berpikir dari filsuf ini menjadikan orang – orang di Korintus rentan terhadap hidup yang tidak kudus.

1 Korintus 6:12-20 Nasihat terhadap percabulan

6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun. 6:13 Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh. 6:14 Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya. 6:15Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak! 6:16 Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: “Keduanya akan menjadi satu daging.” 6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. 6:18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri. 6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? 6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Dalam 1 Korintus 6 : 12 – 20 kita bisa belajar tentang kekudusan. Pada ayat 12 dan 13 Paulus berkata kalau segala sesuatu itu halal buat kita karena kita sudah dibayar lunas oleh Kristus. Tapi yang terpenting disini meskipun segala sesuatu halal, jangan sampai kita diperhamba oleh apapun. Kalau Kristus memiliki hidup kita dan Dia tinggal di dalam kita, di dalam tubuh kita, masa kita masih mau berpikir tubuh ini gak penting dan gaperlu dijaga kekudusannya? Masih mau ngelakuin percabulan?

Ketika dua orang melakukan percabulan, maka mereka akan menjadi satu daging, menjadi terikat. Mungkin ada yang berpikir “bagus dong kalo pacaran berarti benar – benar terikat, bakalan langgeng”. Bukankah itu yang dinamakan kita diperhamba oleh cinta? Sampai kekudusan pun di tinggalkan.

Jika kita lihat ayat 17, harusnya ada kalimat yang terbesit dalam pikiran kita “daripada mengikatkan diri dengan dosa, lebih baik mengikatkan diri pada Tuhan”, karena disitu ditulis siapapun yang mengikatkan dirinya pada Allah, ia menjadi satu roh dengan Dia. Tuh kan terjawab sudah penyelesaiannya.

Jadi kalau kita sudah tau Kristus sudah bayar kita lunas dengan darah-Nya, dan kita jadi milik-Nya, juga Dia tinggal di dalam kita, maka kita sepatutnya menjaga kekudusan tubuh kita, muliakan Allah lewat tubuh kita. Jangan mau ditipu oleh dunia untuk menggeser konsep kekudusan yang sudah kita terima dari Allah. Jangan mau kompromi untuk hal ini. Sering – sering bergaul dengan Tuhan lewat HPDT, yakin deh bakalan membantu kita untuk tidak terpengaruh oleh dunia. Alkitab masih relevan kok sampai detik ini, Alkitab bukan cuman buku yang isinya kuno dan jadul !!

Selamat bertumbuh teman – teman, Gusti Berkahi.

-KakiCapung97

KASIH

Oleh: Oka Septa Tinambunan

[ Menulis Asyik ]

Shalom PMKers! Apa kabar hari ini? Semoga dalam keadaan baik dan bahagia selalu. Kali ini kita akan bahas tentang kasih, apasih kasih itu? 

Kasih menurut KBBI perasaan sayang (cinta, suka kepada): pria itu menaruh — kepada gadis tetangganya

Bagaimana makna kasih menurut Alkitab? Yuk kita lihat!

  • Kasih adalah perintah

Tuhan memerintahkan kita supaya saling mengasihi. “Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya.” (2 Yohanes 1: 6a). Sekalipun Tuhan punya kuasa untuk melakukan apapun, Dia memilih supaya kita sendirilah yang berinisiatif untuk melakukannya. Begitu juga dengan mengasihi. Tuhan mau kita mengasihi orang lain lebih dulu, tanpa harus diperintah.

  • Kasih adalah pilihan

Di dalam 1 Korintus 14: 1 dikatakan, “Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.” Kalau kita bertindak ‘mengejar’ sesuatu. Itu artinya kita membuat pilihan. Begitulah halnya dengan ‘kasih’. Mengasihi adalah pilihan. Kita diberi pilihan untuk mengasihi atau tidak. Kitalah yang memilih mencintai orang lain sama seperti Tuhan yang memilih untuk mengasihi kita.

  • Kasih itu adalah tindakan

Kasih atau cinta harus dibuktikan oleh tindakan/perbuatan. Alkitab berkata, “Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.” (1 Yohanes 3: 18). Dalam hal ini, Kasih bukan sekedar keinginan berbuat baik, melainkan keputusan dan sikap melakukannya.  

  • Kasih adalah komitmen

Alkitab mengatakan dalam 1 Yohanes 4: 16b bahwa, “Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.” Hubungan kita dengan Tuhan sangat dipengaruhi oleh hubungan kita dengan orang lain. Kalau kita berkomitmen untuk mengasihi dan tetap mengasihi orang lain, maka kasih yang kita punya itu menyatu dengan kasihnya Tuhan. Saat itulah Tuhan akan tetap tinggal bersama dengan kita, karena Tuhan itu adalah kasih itu sendiri.

Untuk itu Alkitab mengajarkan bahwa kasih merupakan sesuatu yang harus kita kembangkan, karena itu Alkitab memerintahkan untuk mengasihi dengan aktif. Kasih bukan sekedar keinginan berbuat baik, melainkan keputusan dan sikap melakukannya.  Karena Allah telah lebih dahulu mengasihi kita, maka kita mendapat kekuatan untuk mengasihi. Jadi, marilah kita mengasihi bukan hanya dengan perkataan, tetapi dengan perbuatan dan tindakan kasih. Saat kita mengenal dan mengerti arti kasih lebih dalam, kita dapat mengenal Tuhan lebih lagi. Karena Allah itu kasih. Saat kita memiliki hubungan dengan Tuhan, kita dapat mengerti arti kasih yang sesungguhnya.

Jadi, mari kita saling mengasihi satu sama lain karena Tuhan sudah memberi teladan ke kita untuk saling mengasihi. So, tunggu apalagi?

-Tuhan Yesus Memberkati- 

Laporan Keuangan PMK FEB Undip

lapkeupmkfebShallom PMKers, berikut ini adalah laporan keuangan dari PMK FEB Undip bulan Mei 2018

Semoga PMK FEB Undip dapat menjadi lebih baik dan nama Tuhan selalu dipermuliakan.

254630_laporan pmk

Tuhan Yesus Memberkati
#PMKFEBUNDIP

Hati Yang Baru Untuk Menyambut Tahun Baru

new-year

Shallom PMKers, selamat datang ditahun yang baru penuh sukacita. Tidak terasa yaa satu tahun sudah berlalu dan saat ini kita sudah menginjakkan kaki yang ditahun yang baru. Banyak hal yang sudah kita lalui, seperti suka dan duka, baik dan buruk sekalipun. Mungkin hingga di akhir tahun kemarin ada doa yang terwujud, dan ada juga doa yang belum ada jawabannya. Ada juga masalah yang selalu datang silih berganti. Baca lebih lanjut

Makna Natal Sejati

natal

Shalom PMKerss, ga kerasa sebentar lagi kita akan merayakan Natal. Natal juga disebut sebagai hari kelahahiran Yesus Kristus Juru selamat kita. Banyak hal yang bisa kita lakukan di Natal ini, mulai dari berkumpul bersama keluarga, dan beribadah bersama.
Natal selalu identik dengan baju baru, sepatu baru, dan segala macam yang baru. Terkadang kita melupakan hal terpenting dari natal itu sendiri. Baca lebih lanjut

Jangan Takut, Tuhan Besertamu!

UAS-Semester-7

Ujian Akhir Semester atau UAS
Mulai Senin besok sampai beberapa minggu ke depan kita akan melaksanakan UAS atau Ujian Akhir Semester. Kebanyakan di antara kita masih belum siap untuk menghadapi ujian tersebut. Walau terkadang kita telah menyiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi ujian tersebut, tetapi masih ada saja ketakutan yang akan kita hadapi selama ujian berlangsung maupun ketika ujian telah berlangsung. Baca lebih lanjut

RAMA 2017 – LOVING GOD, LOVING ONE ANOTHER

DSC09054

Shallom PMKers, Puji Tuhan, kemarin pada tanggal 3-5 November 2017 di Rumah Retret Elika, Bandungan kita telah mengadakan acara RAMA yang setiap tahunnya selalu ditunggu-tunggu oleh seluruh warga PMK. Apa sih itu RAMA? RAMA merupakan acara terbesar di PMK FEB Undip. Baca lebih lanjut

SUMPAH PEMUDA

SUMPAH PEMUDA

Salah satu peristiwa paling bersejarah di indonesia adalah Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Sumpah Pemuda adalah bukti otentik bahwa tanggal 28 Oktober 1928 bangsa Indonesia dilahirkan. Oleh karena itu sudah seharusnya segenap rakyat Indonesia memperingati momentum 28 Oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia.
Proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan Baca lebih lanjut

Temu Alumni 2017 “Back to Ha Ha Land”

IMG_9506

Shallom PMKers! Apa kabarnya hari ini? Semoga sukacita yang nyata dari Tuhan kita Yesus Kristus senantiasa melingkupi kehidupan kita.
Hari ini kita akan membahas tentang acara PMK FEB Undip yang baru saja dilaksanakan. Acara apa hayo kira-kira? Ya! Puji Tuhan di hari Sabtu, 21 Oktober 2017 kemarin PMK FEB Undip telah mengadakan acara Temu Alumni yang bertemakan “Back to HaHa HaHa Land”. Baca lebih lanjut