Category Archives: Tak Berkategori

2nd Edition of E-Refo Reborn

We are humbly presenting our second edition of E-magazine by Refomedia PMK FEB UNDIP

E-Refo PMK FEB’S Birthday Edition 2021

Tim Produksi – Journalism and Editing Refomedia 2021

  • Intan Vini Adetya
  • Adella Yuan
  • Yossi Ruth
  • Kesia Athania

Kontributor

  • Kiky (Manajemen 2017)
  • Rudolf Josua
  • Raymonth Pieter Silaen
  • Tamara Purnama T Sitanggang
  • Yossy Paramitha Claudia B
  • Bidang Doa

E-Refo bisa kamu baca di link ini E-Refo Edisi Ulang Tahun PMK FEB

Selamat membaca PMKers! Tuhan Memberkati

Hukum Tabur Tuai

Penulis : Putri

Apa yang Kamu tabur, itu yang Kamu Tuai
Shalom PMKers! Apa kabar ? Semoga dalam keadaan baik dan bahagia selalu yaa.
Kali ini, kita akan membahas terkait tabur- tuai.
Sebelumnya, kita cari tahu dulu apasih tabur ? tuai ?
Jadi, menurut KBBI, tabur/ta·bur/ 3 ki membagi-bagikan (uang, sedekah, dan sebagainya)
tuai/tu·ai/ n pisau pemotong (pengetam) bulir padi; ani-ani;:
menuai/me·nu·ai/ 3 ki menanggung akibat perbuatan sendiri;
Lalu, gimana sih maksud dari Apa yang kamu tabur, itu yang Kamu tuai ?
Ada peribahasa yang berbunyi “Apa yang ditabur itulah yang tuai”. Kita mungkin pernah
mendengar bahwa ada cerita tentang orang yang dulunya sangat kaya dan memiliki harta
berlimpah, akan tetapi seiring waktu berjalan orang tersebut tiba-tiba bangkrut secara mendadak,
hartanya habis dan memiliki banyak hutang. Dengan cerita ini, ada banyak persepsi akan muncul
di dalam pikiran kita, berarti orang tersebut tidak benar dalam mendapatkan kekayaannya. Orang
tersebut bisa kaya mendadak karena korupsi, membodohi orang lain atau memperoleh harta
dengan cara yang tidak dikehendaki Tuhan.
Selain itu, ada juga cerita tentang dua orang petani yang menabur benih jenis yang sama di
wilayah dan kondisi yang sama. Namun, ketika menuai hasil sawahnya, petani A menuai dengan
kualitas yang baik dan berlimpah. Sedangkan, petani B menuai dengan kualitas yang buruk dan
sedikit. Petani B merasa iri mengapa petani A bisa menghasilkan panen yang lebih baik
dibandingkan petani B. Padahal dibalik itu semua, Petani A dalam proses menabur benih
merawat sawahnya dengan baik dengan cara membuat alat pembasmi hama, memupuk sawah
supaya gabah lebih berkualitas, dan memantau perkembangan benih padinya dengan baik.
Sedangkan petani B, hanya merawat seadanya dan tidak melakukan seperti yang dilakukan oleh
petani A. Tetapi petani B seolah tidak terima dengan hasil yang dimiliki orang lain tanpa
membandingkan dengan apa yang dilakukanya selama masa menabur benih padi miliknya.
Ada banyak manusia saat ini tidak menyadari apa yang dilakukannya hari ini akan dituainya di
kemudian hari. Terkadang ketika dihadapkan dalam masalah, kita secara tidak sadar mengeluh
merasa dunia tidak adil bahkan menyalahkan Allah, tanpa kita sadari mungkin masalah yang kita
peroleh adalah tuaian apa yang kita tabur di masa lalu. Dalam Alkitab disampaikan bahwa “Apa
yang kamu tabur, itulah yang akan kamu tuai.” (Gal. 6:7). Selain itu, dalam 2 Korintus 9 : 6
dituliskan “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang
yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.”.
“Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis
binasa. Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin
(Amsal 22:8-9). Ayat Alkitab ini menyadarkan kita supaya kita menabur hal yang baik, jika kita
ingin menuai yang baik pula. Namun, memang terkadang Berbuat hal baik saat ini sering
dicurigai oleh orang-orang tertentu sebagai alat untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Dan
kenyataannya memang sangat banyak orang yang melakukan kebaikan hanya untuk
mendapatkan balasan budi baik. Tapi itu bukan menjadi penghalang untuk kita tetap berbuat
baik. Kita harus meneladani Allah, karena jika kita kaitkan dengan dosa kita, upah kita adalah
maut. Jika kita menanam dosa, maut lah yang akan kita tuai. Tetapi karena karunia Allah ialah
hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”Dia mengambil tuaian kita dan
menggantikannya dengan berkatNya dengan tidak mengharapkan imbalan yang mungkin tidak
bisa kita balas dengan apapun.
Jadi mari berusaha menuai hal yang baik dari sekarang; hal itu akan menentukan apa yang akan
kita tuai di masa nanti.
Referensi:
Nababan, Suara B.M.2012. “Apa yang Ditabur, Itu Juga yang akan Dituai”,
https://nababan.wordpress.com/2012/09/30/apa-yang-ditabur-itu-juga-yang-akan-dituai/2
9 September 2021

Renungan Jumatan “Get Your Confidence Back”

Tema Jumatan: Get Your Confidence Back


Yang menjadi sumber tidak percaya diri adalah paradigma kita. Jika kita percaya diri
bahwa kita bisa melakukan sesuatu, kita punya sesuatu yang ingin dituju. Paradigma akan
mempengaruhi respon kita. Kali ini kita akan membahas tentang percaya diri, dalam konteks
Percaya Diri untuk tampil rendah hati menunjukan identitas kita sebagai murid Kristus.
Rendah hati berbeda dengan Rendah diri. Rendah diri memiliki arti dirinya merasa
kurang (minderan). Sedangkan rendah hati memiliki arti sifat yang tidak sombong dan tidak
angkuh. Jonathan Edwards dalam bukunya yaitu “Pengalaman Rohani Sejati” mengatakan
bahwa “kerendahan hati yang rohani merupakan suatu kesadaran yang dimiliki seorang Kristen
tentang betapa miskin dan menjijikannya dirinya, yang memimpinnya untuk merendahkan
dirinya dan meninggikan Allah semata. Kerendahan hati yang rohani merupakan esensi dari
kerohanian sejati. Mereka yang tidak memilikinya pasti bukanlah orang Kristen sejati”.
Jika kita membaca dalam Filipi 2: 1-11 Gereja Filipi adalah gereja yang baik. Hal ini
dinyatakan dengan pujian Paulus kepada mereka. Tetapi gereja ini bukanlah gereja yang
sempurna. Dalam gereja ini terdapat pertengkaran / perpecahan (Fil 4:2). Oleh sebab itu Paulus
memberi nasihat bagaimana yang seharusnya orang-orang Kristen memelihara kesatuan tubuh
Kristus. Tetapi Rasul Paulus memberi nasehat agar hendaklah dengan rendah hati yang seorang
menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya
memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.
Paulus berkata dasar bisa rendah hati adalah Kristus. Sebab di dalam Kristus ada nasihat,
ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan. Alasannya
adalah karena Kerendahan hati Kristus adalah sebuah ketaatan, apa yang kita lakukan dapat
dianggap berharga oleh Allah.
Kerendah hati adalah respon ketaatan kita kepada Allah. Jadi rendah hati tidak membuat
kita menjadi “rendah” di hadapan manusia. Rendah hati adalah respon kita mengasihi sesama
manusia. Paradigma ini yang seharusnya kita miliki sebagai murid Kristus.
Indikator Rendah Hati menurut Filipi 2:1-11 adalah sebagai berikut :
 Menganggap seorang lebih utama dari dirinya sendiri dan punya sikap hati
melayani
 Jangan memperhatikan kepentingannya sendiri dan tidak terfokus pada diri
sendiri
 Punya pikiran dan perasaan Kristus Yesus yaitu melakukan pekerjaan Bapa
 Tidak sombong atas apa yang dimiliki dan mau melakukan pekerjaan – pekerjaan
yang tidak dianggap
 Hidupnya taat kepada Firman Tuhan dan menjadi pelaku firman, memandang
melakukan Sesuatu sebagai bentuk ketaatannya kepada Tuhan bukan untuk
menunjukan diri sendiri.
Penerapan Praktis Rendah Hati yang saat ini mudah kita jumpai sulit lakukan : meminta
maaf dan mengakui kesalahan.
Jadi ada 2 hal yang dapat kita simpulkan yaitu :
a. Paradigma kita mempengaruhi kepercayaan diri kita dalam melakukan Tindakan rendah
hati
b. Belajar untuk melakukan Indikator Rendah Hati

Sampai ketemu di Ibadah Jumatan minggu depan, Tuhan Yesus Memberkati

DON’T WORRY BE HAPPY

Penulis : Yossi Ruth

Ada sebuah kisah tentang seorang wanita yang berdiri di sebuah sudut jalan,sedang menangis dengan sangat sedihnya.Ketika seorang pria menghampirinya dan menanyakan mengapa dia menangis, wanita itu menggelengkan kepalanya dan menjawab, “saya sedang berpikir bahwa mungkin suatu hari nanti saya akan menikah.Kemudian kami akan memiliki seorang bayi perempuan yang cantik. Dan suatu hari nanti anak ini dan saya akan berjalan di sepanjang jalan ini, dan anak perempuan saya tercinta berlari ke jalanan, dan tertabrak oleh sebuah mobil, dan mati.”

Kita berlaku seperti ini saat kita khawatir. Kita membayangkan suatu situasi yang mungkin tidak akan pernah terjadi. Kekhawatiran adalah penyalahgunaan imajinasi kreatif yang diberikan Tuhan kepada kita masing-masing.Tuhan berkata dalam firmannya,”Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban”(2 Timotius 1:7)

Kata khawatir diperoleh dari istilah Anglo-Saxon yang berarti “mencekik” atau “mengakhiri”. Kekhawatiran dan ketakutan akan mengakhiri kreativitas yang telah diberikan oleh Tuhan pada kita. Kekhawatiran adalah sebuah rute yang menuntun dari suatu tempat dan tidak menuju kemanapun.

Kekhawatiran dan ketakutan akan masa depan adalah hal yang sia-sia untuk masa kini. Fokuslah untuk apa yang sedang kamu kerjakan saat ini. Lakukan aktivitas yang kamu senangi dan ungkapkan saja apa yang kamu rasakan pada orang yang kamu percaya saat kamu merasa sudah membutuhkan bantuan.

Bertindaklah untuk melawan ketakutan, bukan bertindak untuk memperkuat ketakutan. Khawatir itu normal jika tidak berlebihan, maka serahkan semua yang menjadi kekuatiran dalam hidupmu kepada Allah yang memelihara kamu, “serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu”(1 Petrus 5:7).

Sampai ketemu di menulis asyik berikutnya!

Referensi:

Mason, John. 2008. Anda Pasti Bisa. Jakarta: Light Publishing.

Implementasi ‘Sahabat Sejati’ Alkitab di Masa Kini

Penulis : Elisa Angelica

Dalam Alkitab, kita diperkenalkan pada beberapa jenis hubungan baik dengan Allah maupun sesama manusia. Persahabatan merupakan salah satunya. Hubungan ini identik dengan interaksi dua/ lebih orang yang membangun kedekatan berdasarkan beberapa kesamaan atau pun komitmen menerima perbedaan satu sama lain. Persahabatan juga merupakan hubungan yang unik karena tidak memandang umur dan latar belakang individu yang terlibat. Alkitab mendefiniskan sahabat sejati lewat “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Yohanes 15:13) dan “Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah” (Amsal 27:6).

            Kedua definisi Alkitab mengenai persahabatan sebelumnya terkesan menakutkan. Mengapa kita perlu merelakan nyawa untuk manusia berdosa sama seperti diri sendiri? Mengapa sahabat yang baik malahan memukul kita? Bagaimana kita bisa tahu jikalau maksud sahabat kita ialah baik adanya? Keterbatasan manusia mengakibatkan pertanyaan semacam ini terus bermunculan. “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. Sebagaimana besi menajamkan besi, demikianpun orang menajamkan akal orang. Sebagaimana baja mengasah baja, begitu pula manusia belajar dari sesamanya.” (Amsal 27:17)  Alkitab kembali mendeskripsikan hubungan persahabatan sebagi proses pembentukan sesama yang sejatinya tidak pernah mudah. Lewat persahabatan kita diajarkan begitu banyak pengalaman dan pembelajaran dari kehidupan sahabat kita. Sahabat sejati adalah orang yang mampu mengajakmu berproses bersama, orang yang dari dirinya kita dapat memperoleh hal baru untuk dipelajari, dan tentunya saling mendukung dan mengaktualisasikan pelajaran hidup pada diri masing-masing.

             Mungkin seringkali kita merasa sahabat kita tidak cukup mengenal diri kita dengan baik. Saat kita diterpa masalah dan bercerita, terkadang jawaban yang kita terima “kan sudah kukatakan sebelumnya, bukan?” atau di saat kita harus memilih sebuah pilihan mereka justru membatasi diri kita dan cenderung ikut campur. Tak jarang kita malah terluka dengan respon sahabat kita dan memilih menjauh (menganggap hubungan kalian mulai toxic). Berbanding terbalik saat kita bercerita dengan kenalan kita, mungkin mereka bahkan memberikan standing applause pada setiap pencapaian kita dan terlihat lebih bahagia dibanding sahabat kita seharusnya. Sama seperti halnya dengan Allah, setiap kali kita berhasil Allah ingin kita menyadari bahwa setiap keberhasilan kita itu milik-Nya bukan milik diri kita sendiri, berbahagia tentu boleh namun sifat sombong harus dicegah. Iblis mungkin akan menyanjung diri kita terus menerus, apabila dibiarkan parahnya kita mungkin akan mulai berpikir bahwa setiap kesuksesan yang saya peroleh memang karena saya hebat. Allah pasti menegur, mengingatkan, menghadang kita dari dari segala sifat buruk tentunya dengan KASIH. Sahabat masa kini tidak perlu menyerahkan nyawanya atau memukul dalam menunjukkan kasih pada sahabatnya, cukup hadir dan memberikan kekuatan kasih seorang sahabat akan tersampaikan.

Tuhan Yesus Memberkati:)

SAY NO buat NARKOBA!

Penulis : Yossi Ruth

Shalom PMKers!

Apa kabarnya nih? Semoga sehat dan bahagia selalu ya.

Tepat hari ini, tanggal 26 Juni, kita memperingati HARI ANTI NARKOBA INTERNASIONAL. Untuk itu, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Narkoba nih, yuk pastikan simak sampai habis ya PMKers!

Apa yang PMKers ketahui tentang narkoba (Narkotika, psikotropika, dan obat terlarang)?

Berdasarkan Pasal 7 UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, Narkotika hanya dapat digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Permasalahan yang banyak terjadi adalah penyalahgunaan atau pecandu narkotika menggunakannya di luar kepentingan atau kebutuhan medis, bahkan terkadang melebihi dosis yang dapat diterima oleh tubuh sehingga menyebabkan overdosis. Bagaimana pandangan alkitab terhadap penyalahgunaan narkoba?

Apa itu narkoba?

Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan obat terlarang. Menurut Pasal 1 ayat 1 UU No. 35 Tahun 2009 narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.  Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997).

Apa dampak penyalahgunaan narkoba bagi kesehatan?

Dampak penyalahgunaan narkoba tergantung pada jenis narkoba yang digunakan. Dampak ketergantungan atau kecanduan narkoba individu dapat terlihat pada fisik, psikis dan sosial atau lingkungan masyarakat tempatnya tinggal. Dampak terhadap fisik antara lain sakit kepala, mual-mual, susah tidur, tidak nafsu makan. Dampak terhadap psikis antara lain, memberikan rasa yang melambung tinggi, memberi rasa bahagia dan sangat percaya diri. Adanya rasa parno, gelisah ketika menggunakan dan susah tidur. Dampak terhadap lingkungan yaitu diasingkan dalam masyarakat, dan susah dalam bergaul di masyarakat. Dampak narkoba yang paling buruk terjadi jika si pemakai menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang tinggi atau yang dikenal dengan overdosis. Pemakaian sabu-sabu, opium, dan kokain bisa menyebabkan tubuh kejang-kejang dan jika dibiarkan dapat menimbulkan kematian.

Bagaimana pandangan alkitab terhadap penyalahgunaan narkoba?

“Segala sesuatu halal bagiku  , tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.”(1 Korintus 6:12). Ayat ini merupakan pengajaran Paulus terhadap jemaat Korintus. Semua halal, tetapi  Ia tidak membiarkan dirinya diperhamba oleh suatu apa pun, termasuk oleh makanan dan percabulan. Tubuh kita adalah bait Allah, sudah sepatunya kita merawatnya untuk kemuliaan Tuhan.  Hal ini juga berarti menahan keinginan terhadap makanan yang dipersembahkan kepada berhala dan makanan yang menimbulkan penyakit.

Jika seseorang sudah terikat terhadap narkoba, relasi seseorang tersebut terhadap Tuhan dan keluarga akan rusak. Karena bagi pecandu, prioritas utamanya adalah mengonsumsi narkoba. Ia akan mengorbankan segala sesuatu yang ia punya hanya untuk mendapatkan narkoba. Oleh karena itu, jangan coba-coba memakai narkoba. Iblis bisa memakai siapapun untuk menghancurkan hidup anak-anak Tuhan. Berdoalah untuk meminta perlindungan dari Tuhan Yesus agar terhindar dari lingkungan yang dapat menjebak kita untuk menggunakan narkoba.

Bagaimana PMKers?? cukup jelas bukan bahwa Narkotika sangat tidak baik untuk diri kita dan bahkan relasi kita dengan Tuhan. Jadi yuk-yuk kita sebagai orang percaya dan mengenai Allah harus menjauhi narkoba!

Pelajaran apa yang teman-teman dapat nih, yuk sharing di kolom komentar!

Pertolongan Tuhan

Oleh: Merlinnunaki

[Menulis Asyik}

Shalom PMKers!!!

Apa kabar guys? Semoga baik-baik yaa dimanapun kalian berada.

Pada kesempatan kali ini aku mau sharing tentang sesuatu yang sangat relevan dalam setiap kehidupan kita yaitu, Pertolongan Tuhan.

Aku mau menjamin satu hal kepada kita semua bahwa pertolongan Tuhan itu nyata terjadi dalam setiap kehidupan siapapun kamu. Entah kamu sadar atau tidak, tetapi itulah yang terjadi. Namun, setiap orang mengalami pertolongan Tuhan dengan cara yang berbeda-beda.

Dari pengalamanku sendiri, pertolongan Tuhan itu sesuatu yang misterius, tidak dapat diperkirakan namun selalu hadir pada waktu yang tepat. Saat waktu yang tepat itu datang, baru aku sadar bahwa pertolongan Tuhan itu sungguh di luar nalar kita sebagai manusia namun ajaib. Kadang aku kecewa sama diriku sendiri ketika mengingat keadaan saat aku susah, bimbang, takut, dan aku terlalu kuatir untuk berhadapan pada semua pergumulan hidupku.

Salah satu pengalaman yang membuat aku kagum sama pertolongan Tuhan itu ketika ibuku sakit dan masuk ICU. Saat itu aku benar-benar takut jika ibuku tidak tertolong, aku kuatir aku akan kehilangan sosok ibu yang luarbiasa. Namun, di tengah ketakutan itu aku berdoa sama Tuhan untuk menyembuhkan ibuku dan jangan memanggilnya dahulu karena aku belum siap untuk kehilangannya. Benar saja, Tuhan Yesus sungguh menunjukkan pertolongan-Nya itu. Ibuku yang badannya sudah kurus, berbicara tidak wajar, pakai oksigen dan segala macamnya, dipulihkan Tuhan saat itu secara pelan-pelan dan akhirnya kembali sehat. Di situlah aku semakin kagum sama Tuhan Yesus, Dia benar-benar penopang kehidupan bagi kita semua.

Yesaya 41:10 TB

“janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”

Firman Tuhan di atas sudah sangat jelas memberitahukan kepada kita, jaminan pertolongan-Nya bagi kita sekalian. Namun, Ia minta untuk kita jangan takut, artinya kita tidak perlu kuatir akan apa yang terjadi di hidup ini karena kita punya Tuhan Yesus yang tidak akan meninggalkan kita.dan akan menemani kita setiap saat. Kalau kita renungkan kembali, sebenarnya Tuhan itu selalu menolong kita di setiap waktu dalam hidup kita. Namun, kita yang sering tidak sadar atas pertolongan Tuhan tersebut. Kita menganggap pertolongan Tuhan itu ada saat kita dapat keluar dari persoalan hidup kita, padahal Tuhan itu selalu memberikan pertolongan-Nya pada kita. Misalnya saat kita dihadapi dengan pergumulan hidup yang begitu berat, di situ Tuhan mau membentuk pribadi kita yang kuat melalui proses tersebut, dan apakah kita dapat mengandalkan-Nya dalam proses tersebut? Atau hanya mengandalkan diri kita sendiri saja? Lewat proses inilah Tuhan mau kita sadar bahwa Ia selalu menyertai kita, tinggal bagaimana kita merespon akan kehadiran-Nya tersebut dan dapat mengucap syukur kepada-Nya.

Aku memiliki ayat emas yang menopangku terutama saat aku sedang kuatir dan takut dalam menghadapi persoalan hidupku, yaitu pada injil Matius 6 : 25 yang berbunyi “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?”. Di sini bukan tanpa alasan Tuhan menyuruh kita jangan kuatir, Tuhan tahu apa yang Ia rencanakan dan lakukan dalam kehidupan setiap kita. Ia punya segala sesuatu yang kita butuhkan, melalui pertolongan-Nya kita dapat menyaksikan hal tersebut. Tetapi sebelum Ia menolong kita, Ia mau kita mengungkapkannya sendiri. Benar jika Tuhan sudah tahu apa yang kita butuhkan, tetapi seperti Bapa kepada anaknya, Ia mau melihat bagaimana cara  kita meminta pertolongan-Nya tersebut. Kita juga dapat lihat dalam injil Matius 6 : 33 “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”, dimana ini adalah permintaan Tuhan kepada kita, jika kita benar-benar mau meminta pertolongan-Nya, maka datanglah dahulu kepada-Nya. Ketika kamu sudah memberikan hidupmu seutuhnya kepada Tuhan, di situlah kamu dapat melihat begitu baik dan ajaibnya Tuhan dalam hidupmu.

Bagaimana? Luarbiasa kan Tuhan Yesus kita? Masih ada alasan untuk kuatir? Masih takut untuk menjalani hari-hari kamu yang sering dihadapkan pergumulan?

Secara manusiawi, wajar jika kita masih ada rasa kuatir, takut, bimbang dan lain sebagainya. Tetapi ingat, kita ini adalah anak-anak Kristus. Tuhan Yesus tidak mungkin membiarkan kita jatuh sampai tergeletak. Jadi, entah apapun rintangan yang kamu sedang hadapi sekarang, jangan sekali-kali kamu menyerah dan kehilangan harapan, tapi serahkanlah segala kekuatiranmu itu kepada Tuhan Yesus, maka kamu akan sadar bahwa pertolongan Tuhan itu selalu ada dan benar-benar nyata dalam hidupmu.

Jangan lupa mengucap syukur atas setiap pertolongan Tuhan Yesus yaa.. Semangat dan selalu andalkan Tuhan Yesus dalam hidupmu.

-Merlinnunaki

Tubuhmu Adalah Bait Allah

Oleh: Kakicapung97

[Menulis Asyik]

Shalom PMKers!!

Gimana kabarnya?? Aku harap gimanapun kabarnya tetap bahagia ya.

Nah, dalam kesempatan ini aku pengen sharing nih tentang topik yang keliatannya klise tapi ternyata ada hal unik di dalamnya.

Kita akan bahas Tubuhmu adalah Bait Allah.

Di zaman sekarang, ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah begitu maju benar – benar mempengaruhi cara kita berpikir. Kemajuan ini membuat kita anak muda semakin bisa berpikir secara logis dalam segala hal, termasuk juga dengan konsep kekudusan yang mungkin pada saat ini mengalami pergeseran karena pemikiran logis kita sendiri. 

Nah, ternyata kondisi ini bukanlah kondisi yang baru, bukan masalah yang baru. Ternyata dalam Alkitab yang ditulis bertahun-tahun yang lalu, Paulus sudah mengalami hal yang serupa!

Iya, Paulus pernah mengalami hal yang sama di Korintus. Pada jaman itu Korintus merupakan kota yang berada di jalur strategis yang menghubungkan Asia dan Eropa, hal ini lah yang membuat Korintus menjadi kota yang maju. Di tengah kemajuan Korintus, ilmu pengetahuan juga berkembang. Salah satunya dikemukakan oleh seorang filsuf dari Stoa yang berkata “Hal yang terpenting adalah jiwa manusia; tubuh hanya materi yang tidak penting”. Cara berpikir dari filsuf ini menjadikan orang – orang di Korintus rentan terhadap hidup yang tidak kudus.

1 Korintus 6:12-20 Nasihat terhadap percabulan

6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun. 6:13 Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh. 6:14 Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya. 6:15Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak! 6:16 Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: “Keduanya akan menjadi satu daging.” 6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. 6:18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri. 6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? 6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Dalam 1 Korintus 6 : 12 – 20 kita bisa belajar tentang kekudusan. Pada ayat 12 dan 13 Paulus berkata kalau segala sesuatu itu halal buat kita karena kita sudah dibayar lunas oleh Kristus. Tapi yang terpenting disini meskipun segala sesuatu halal, jangan sampai kita diperhamba oleh apapun. Kalau Kristus memiliki hidup kita dan Dia tinggal di dalam kita, di dalam tubuh kita, masa kita masih mau berpikir tubuh ini gak penting dan gaperlu dijaga kekudusannya? Masih mau ngelakuin percabulan?

Ketika dua orang melakukan percabulan, maka mereka akan menjadi satu daging, menjadi terikat. Mungkin ada yang berpikir “bagus dong kalo pacaran berarti benar – benar terikat, bakalan langgeng”. Bukankah itu yang dinamakan kita diperhamba oleh cinta? Sampai kekudusan pun di tinggalkan.

Jika kita lihat ayat 17, harusnya ada kalimat yang terbesit dalam pikiran kita “daripada mengikatkan diri dengan dosa, lebih baik mengikatkan diri pada Tuhan”, karena disitu ditulis siapapun yang mengikatkan dirinya pada Allah, ia menjadi satu roh dengan Dia. Tuh kan terjawab sudah penyelesaiannya.

Jadi kalau kita sudah tau Kristus sudah bayar kita lunas dengan darah-Nya, dan kita jadi milik-Nya, juga Dia tinggal di dalam kita, maka kita sepatutnya menjaga kekudusan tubuh kita, muliakan Allah lewat tubuh kita. Jangan mau ditipu oleh dunia untuk menggeser konsep kekudusan yang sudah kita terima dari Allah. Jangan mau kompromi untuk hal ini. Sering – sering bergaul dengan Tuhan lewat HPDT, yakin deh bakalan membantu kita untuk tidak terpengaruh oleh dunia. Alkitab masih relevan kok sampai detik ini, Alkitab bukan cuman buku yang isinya kuno dan jadul !!

Selamat bertumbuh teman – teman, Gusti Berkahi.

-KakiCapung97

Taat Akan Aturan “Hidup Seperti Daniel”

[ Renungan Ibadah Jumatan ]

Taat memiliki makna senantiasa tunduk dan patuh  (kepada Tuhan, pemerintah, dan sebagainya) sedangkan aturan memiliki makna  (segala sesuatu) yang sudah diatur serta  cara (ketentuan, patokan, petunjuk, perintah) yang telah ditetapkan supaya ditaati. 

Kita dapat belajar dari kisah Daniel yang taat pada kebenaran (aturan) dan menerima adil/hasil dalam kebenaran (aturan). 

  1. Mengasihi Allah (Yoh 14:15,23)

Karena Tuhan telebih dahulu mengasihi kita,maka kita adalah mahluk yang sangat beruntung sebab Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Marilah kita mengasihi Allah dengan cara menaati seluruh aturan yang Tuhan buat.

2. Harus lebih taat kepada Allah dibanding manusia (ref Kis.5:29)

Kita tidak boleh menjadikan manusia sebagai pusat yang harus kita taati, tetapi ada Tuhan yang menjadi sumber kehidupan kita. Tuhan adalah pembuat aturannya dan tugas kita sebagai manusia adalah menjalankan aturan tersebut.

3. Ada adil yang diterima / IMPACT

Jika kita taat kepada perintah Tuhan ada hasil yang kita peroleh dari Tuhan berupa berkat yang dari padaNya.

Bagiaman sih cara kita untuk melakukannya?

  • Taat tanpa tunda
    Menjalankan aturan dan perintah dari Tuhan dengan taat dan berkomitmen.
  • Tekun dan semangat
    Kita harus berlaku layaknya seorang Pejuang yang Menyenangkan hati Tuhan.
  • Penuh syukur
    Bersikap dewasa dan bijak.
  • Asli
    Tidak palsu, tidak menipu atau berpura-pura.
  • Untuk kemuliaan
    Menjaga kemuliaan Allah dengan menjaga diri.

Jadi, mari kita sama-sama berjuang Dari hal kecil, sederhana, lalu hal besar. Belajarlah seperti Daniel yang tetap taat terhadap Tuhan meskipun dalam keadaan yang sulit sekalipun.

– Tuhan Yesus Memberkati –

Inner Peace


[Renungan Ibadah Jumatan]

Kita seringkali mendengar kata “maaf” , baik dari orang lain ataupun diri sendiri yang mengucapkan. Kita seringkali mendengar ada orang lain atau justru diri sendiri mengatakan kepada orang lain “tidak ada kata maaf”. Memaafkan dan mengampuni menjadi tema yang sangat sulit kita lakukan ketika kita dicelakai, ditindas, atau diintimidasi oleh orang lain atau keadaan? Namun kita harus tahu bahwa Kasih Tuhan yang Memampukan Kita untuk Berdamai dengan Diri Sendiri.

Seseorang yang melakukan pemaafan akan mengalami suatu pemulihan, melepaskan pengalaman sakit, dan belajar mengarahkan proses kognitif, afektif, perilaku, dan motivasi negatif menuju kepada tindakan yang bersifat lebih membangun (positif). Perjuangan itu berat jika hanya dilakukan seorang diri saja. Kuasa yang Tuhan miliki memampukan kita untuk dapat melakukan pemaafan kepada diri sendiri. Kita belajar untuk menggantungkan proses pemulihan kepada pimpinan Tuhan (dan orang lain).

Penghalang terbesar dalam diri kita terkadang adalah meyakini bahwa Tuhan Yesus tidak sanggup mengubah keadaan. Perintah Tuhan Yesus sangat sederhana “Jangan takut, percaya saja”. Ketika kita bersaksi di hadapan banyak orang tentang cara Allah telah menyembuhkan kita dari luka, maka dari itu berdampak pada orang lain yang melihat kebenaran tersebut.

Mari kita bersama melangkah di dalam iman. Memercayai bahwa Allah sumber kekuatan kita yang memampukan untuk mengalami pemulihan. Mari kita mengingat bersama dan bersyukur atas semua kasih dan kesempatan2 yg telah Tuhan berikan. Kita yang sudah dimenangkan di dalam Kristus yang juga membawa terang kasihNya sehingga dengan terang itu dapat menerangi dunia di sekitar kita yang semakin gelap.

Tuhan Yesus Memberkati