SIAPA PAHLAWAN KITA?

Penulis : Adella Yuan

Shalom PMKers!

Hari ini tepat tanggal 10 November, kita memperingati HARI PAHLAWAN. Untuk itu, kali ini kita akan membahas mengenai Pahlawan nih, yuk pastikan simak sampai habis ya PMKers!

Nah, kalau mendengar kata “Pahlawan” yang dibenak kita pasti berbeda-beda, secara umum mungkin ada yang memikirkan pahlawan nasional, pahlawan reformasi, pahlawan tanpa tanda jasa, dan yang lainnya. Jadi pengertian pahlawan menurut KBBI, yaitu

pah.la.wan

⇢ Tesaurus

  • orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani; hero

Hari Pahlawan Nasional diperingati untuk mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan yang telah gugur saat masa penjajahan. Biasanya untuk memperingati hari pahlawan pasti ada upacara di sekolah.  Hanya bangsa yang menghargai jasa para pahlawan yang dapat menjadi bangsa besar. Pada tanggal 10 November 1945 di Surabaya merupakan rangkaian perjuangan panjang dan heroik, karena memerlukan pengorbanan luar biasa dari para pejuang kita. Baik jiwa, raga, waktu, ataupun harta beda dalam merebut dan mempertahankan Republik Indonesia. Oleh karena itu, kita sebagai anak muda dan warga Indonesia harus menghargai setiap jasa dan pengorbanan dari pahlawan kita.

Dan ternyata di dalam Alkitab ada beberapa pahlawan iman yang bisa kita teladani

  • Yesus

Penghormatan yang sangat tinggi layak kita sematkan kepada Tuhan Yesus, karena perjuangan dan pengorbanan-Nya untuk menebus dosa manusia sangat luar biasa. Dia meninggalkan takhta-Nya dan mati di atas kayu salib karena kasih-Nya kepada kita dan Yesus Kristus adalah pahlawan iman sejati yang harus kita teladani.

  • Nuh

Kisah Nuh sangat bersejarah karena berkaitan dengan peristiwa air bah, pada saat itu Nuh hidup diantara suatu bangsa yang berbeda pemikiran sampai Nuh mendapatkan hinaan maupun cercaan. Namun, Nuh tetap konsisten dan taat kepada Tuhan serta tetap melaksanakan perintah Tuhan.

  • Abraham

Abraham merupakan Bapa orang percaya, salah satu kisah Abraham yang mempersembahkan Ishak merupakan bukti iman dan ketaatannya kepada Tuhan.

  • Daud

Ketaatan Daud kepada Tuhan tidaklah diragukan, pada saat Daud melawan Goliat, ia sudah menunjukkan bagaimana iman nya kepada Tuhan. Banyak persoalan yang terjadi dalam hidup Daud, dan dia tetap berpegang teguh kepada Tuhan.

  • Paulus

Paulus yang dulunya bernama Saulus memiliki perubahan hidup yang luar biasa, dulunya adalah seorang penganiaya atau pembunuh orang Kristen pada zaman nya. Dan pada akhirnya Saulus bertobat dan merubah namanya menjadi Paulus, dia menjadi pemberita injil dan berjuang penuh untuk dapat mengakhiri pertandingan dengan baik.

Di Alkitab ada tertulis: “Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.” (Mazmur 127:4)

Pahlawan adalah orang-orang yang dipakai Tuhan untuk kebaikan umat-Nya. Oleh karena itu, kita sebagai anak muda jangan takut untuk berjuang, berkarya, menjadi teladan bagi semua orang dan orang di sekitar kita.

Selamat Hari Pahlawan PMKers!

Renungan Jumatan, 5 November 2021

Penulis : Bidang Doa

Hidup Seperti Yesus

Serupa Kristus : Tanggung Jawab

Tanggung Jawab dalam KBBI memiliki makna sebagai berikut :

  1. Keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dan sebagainya)
  2. Hukum fungsi menerima pembebanan, sebagai akibat sikap pihak sendiri atau pihak lain.

Dalam Markus 8 : 31-33 ditekankan bahwa Yesus adalah Raja tetapi Raja yang disalibkan dan jika kita mau mengikut Dia maka kita harus siap pula untuk disalibkan (menderita). Kita harus mempercayai bahwa Allah adalah yang baik dan setiap perintah yang berasal dari Allah adalah baik.

Mengapa Yesus harus mati secara mutlak?

  • Karena KasihNya (Yohanes 3:16). Dia mau menangung sesuatu yang bukan kesalahanNya dan menjadikan itu sebagai suatu keharusan bagiNya
  • Untuk pengampunan manusia yang berdosa, karena pengampunan yang sejati membutuhkan penderitaan
  • Supaya setiap orang yang percaya tidak binasa tetapi memperoleh hidup yang kekal

Apa yang telah Yesus kerjakan melebihi standar moral manusia. Dia yang kudus dan Dia yang terhormat rela menanggung dosa manusia. Dalam Markus 8 : 34 dikatakan bahwa menjadi murid kristus harus berani menyangkal dirinya, harus mengikul salib dan mengikut Aku (Yesus).

Penyangkalan diri artinya tidak mengakui klaim apapun yang mungkin didorong oleh diri sendiri, serta kesediaan untuk mengatatakan “Tidak” pada diri sendiri dan mengatakan “Ya” pada Tuhan.

Ada beberapa tanggung jawab orang kristen yaitu:

  1. Mandat Injil/Pemuridan. Menguatkan orang lain dengan firman Tuhan
  2. Mandat Budaya, setiap kita harus melepaskan sesuatu yang kita tanggung maka kita akan jatuh ke dalam dosa
  3. Pekerjaan Baik
  4. Menanggung Kelemahan Sesama, ini adalah hal yang masih sulit dilakukan

Thomas Manton mengingatkan kita melalui khotbahnya dari Mazmur 119  bahwa ada 2 cara menjalankan tanggung jawab kita sebagai orang kristen yaitu :

  • Cara Hukum taurat
  • Cara Injil, sesorang dengan kasih berusaha untuk taat sepenuhnya kepada Tuhan dan dengan menyadari kelemahan diri

Pada dasarnya kita diciptakan Tuhan telah diberikan Tanggung jawab. Kita didalam kristus diciptakan dan ditebus untuk melakukan pekerjaan baik dan supaya kita hidup di dalamnya. Berdoalah bukan untuk beban yang berkurang tetapi berdoalah untuk bahu yang kuat. Ia yang memanggil kita adalah pribadi yang setia yang tidak akan pernah meninggalkan kita

REFOBIG RAMA 2021

We are humbly presenting our REFOBIG E-magazine by Refomedia PMK FEB UNDIP

REFOBIG RAMA Edition 2021 dengan tema “Shine Your Way”

Tim Produksi – All Refomedia Team 2021

Kontributor

  • Dhanka B Ginting
  • Grace Ayunitami
  • Rivaldo F. Sinaga
  • Ranisha Putri Pardede
  • Daniel Wira Kristia
  • Ruth Theodora
  • Allehandro Yosea S

REFOBIG bisa kamu baca di link ini REFOBIG RAMA 2021

Selamat membaca PMKers! Tuhan Memberkati.

2nd Edition of E-Refo Reborn

We are humbly presenting our second edition of E-magazine by Refomedia PMK FEB UNDIP

E-Refo PMK FEB’S Birthday Edition 2021

Tim Produksi – Journalism and Editing Refomedia 2021

  • Intan Vini Adetya
  • Adella Yuan
  • Yossi Ruth
  • Kesia Athania

Kontributor

  • Kiky (Manajemen 2017)
  • Rudolf Josua
  • Raymonth Pieter Silaen
  • Tamara Purnama T Sitanggang
  • Yossy Paramitha Claudia B
  • Bidang Doa

E-Refo bisa kamu baca di link ini E-Refo Edisi Ulang Tahun PMK FEB

Selamat membaca PMKers! Tuhan Memberkati

Hukum Tabur Tuai

Penulis : Putri

Apa yang Kamu tabur, itu yang Kamu Tuai
Shalom PMKers! Apa kabar ? Semoga dalam keadaan baik dan bahagia selalu yaa.
Kali ini, kita akan membahas terkait tabur- tuai.
Sebelumnya, kita cari tahu dulu apasih tabur ? tuai ?
Jadi, menurut KBBI, tabur/ta·bur/ 3 ki membagi-bagikan (uang, sedekah, dan sebagainya)
tuai/tu·ai/ n pisau pemotong (pengetam) bulir padi; ani-ani;:
menuai/me·nu·ai/ 3 ki menanggung akibat perbuatan sendiri;
Lalu, gimana sih maksud dari Apa yang kamu tabur, itu yang Kamu tuai ?
Ada peribahasa yang berbunyi “Apa yang ditabur itulah yang tuai”. Kita mungkin pernah
mendengar bahwa ada cerita tentang orang yang dulunya sangat kaya dan memiliki harta
berlimpah, akan tetapi seiring waktu berjalan orang tersebut tiba-tiba bangkrut secara mendadak,
hartanya habis dan memiliki banyak hutang. Dengan cerita ini, ada banyak persepsi akan muncul
di dalam pikiran kita, berarti orang tersebut tidak benar dalam mendapatkan kekayaannya. Orang
tersebut bisa kaya mendadak karena korupsi, membodohi orang lain atau memperoleh harta
dengan cara yang tidak dikehendaki Tuhan.
Selain itu, ada juga cerita tentang dua orang petani yang menabur benih jenis yang sama di
wilayah dan kondisi yang sama. Namun, ketika menuai hasil sawahnya, petani A menuai dengan
kualitas yang baik dan berlimpah. Sedangkan, petani B menuai dengan kualitas yang buruk dan
sedikit. Petani B merasa iri mengapa petani A bisa menghasilkan panen yang lebih baik
dibandingkan petani B. Padahal dibalik itu semua, Petani A dalam proses menabur benih
merawat sawahnya dengan baik dengan cara membuat alat pembasmi hama, memupuk sawah
supaya gabah lebih berkualitas, dan memantau perkembangan benih padinya dengan baik.
Sedangkan petani B, hanya merawat seadanya dan tidak melakukan seperti yang dilakukan oleh
petani A. Tetapi petani B seolah tidak terima dengan hasil yang dimiliki orang lain tanpa
membandingkan dengan apa yang dilakukanya selama masa menabur benih padi miliknya.
Ada banyak manusia saat ini tidak menyadari apa yang dilakukannya hari ini akan dituainya di
kemudian hari. Terkadang ketika dihadapkan dalam masalah, kita secara tidak sadar mengeluh
merasa dunia tidak adil bahkan menyalahkan Allah, tanpa kita sadari mungkin masalah yang kita
peroleh adalah tuaian apa yang kita tabur di masa lalu. Dalam Alkitab disampaikan bahwa “Apa
yang kamu tabur, itulah yang akan kamu tuai.” (Gal. 6:7). Selain itu, dalam 2 Korintus 9 : 6
dituliskan “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang
yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.”.
“Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis
binasa. Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin
(Amsal 22:8-9). Ayat Alkitab ini menyadarkan kita supaya kita menabur hal yang baik, jika kita
ingin menuai yang baik pula. Namun, memang terkadang Berbuat hal baik saat ini sering
dicurigai oleh orang-orang tertentu sebagai alat untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Dan
kenyataannya memang sangat banyak orang yang melakukan kebaikan hanya untuk
mendapatkan balasan budi baik. Tapi itu bukan menjadi penghalang untuk kita tetap berbuat
baik. Kita harus meneladani Allah, karena jika kita kaitkan dengan dosa kita, upah kita adalah
maut. Jika kita menanam dosa, maut lah yang akan kita tuai. Tetapi karena karunia Allah ialah
hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”Dia mengambil tuaian kita dan
menggantikannya dengan berkatNya dengan tidak mengharapkan imbalan yang mungkin tidak
bisa kita balas dengan apapun.
Jadi mari berusaha menuai hal yang baik dari sekarang; hal itu akan menentukan apa yang akan
kita tuai di masa nanti.
Referensi:
Nababan, Suara B.M.2012. “Apa yang Ditabur, Itu Juga yang akan Dituai”,
https://nababan.wordpress.com/2012/09/30/apa-yang-ditabur-itu-juga-yang-akan-dituai/2
9 September 2021

Renungan Jumatan “Get Your Confidence Back”

Tema Jumatan: Get Your Confidence Back


Yang menjadi sumber tidak percaya diri adalah paradigma kita. Jika kita percaya diri
bahwa kita bisa melakukan sesuatu, kita punya sesuatu yang ingin dituju. Paradigma akan
mempengaruhi respon kita. Kali ini kita akan membahas tentang percaya diri, dalam konteks
Percaya Diri untuk tampil rendah hati menunjukan identitas kita sebagai murid Kristus.
Rendah hati berbeda dengan Rendah diri. Rendah diri memiliki arti dirinya merasa
kurang (minderan). Sedangkan rendah hati memiliki arti sifat yang tidak sombong dan tidak
angkuh. Jonathan Edwards dalam bukunya yaitu “Pengalaman Rohani Sejati” mengatakan
bahwa “kerendahan hati yang rohani merupakan suatu kesadaran yang dimiliki seorang Kristen
tentang betapa miskin dan menjijikannya dirinya, yang memimpinnya untuk merendahkan
dirinya dan meninggikan Allah semata. Kerendahan hati yang rohani merupakan esensi dari
kerohanian sejati. Mereka yang tidak memilikinya pasti bukanlah orang Kristen sejati”.
Jika kita membaca dalam Filipi 2: 1-11 Gereja Filipi adalah gereja yang baik. Hal ini
dinyatakan dengan pujian Paulus kepada mereka. Tetapi gereja ini bukanlah gereja yang
sempurna. Dalam gereja ini terdapat pertengkaran / perpecahan (Fil 4:2). Oleh sebab itu Paulus
memberi nasihat bagaimana yang seharusnya orang-orang Kristen memelihara kesatuan tubuh
Kristus. Tetapi Rasul Paulus memberi nasehat agar hendaklah dengan rendah hati yang seorang
menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya
memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.
Paulus berkata dasar bisa rendah hati adalah Kristus. Sebab di dalam Kristus ada nasihat,
ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan. Alasannya
adalah karena Kerendahan hati Kristus adalah sebuah ketaatan, apa yang kita lakukan dapat
dianggap berharga oleh Allah.
Kerendah hati adalah respon ketaatan kita kepada Allah. Jadi rendah hati tidak membuat
kita menjadi “rendah” di hadapan manusia. Rendah hati adalah respon kita mengasihi sesama
manusia. Paradigma ini yang seharusnya kita miliki sebagai murid Kristus.
Indikator Rendah Hati menurut Filipi 2:1-11 adalah sebagai berikut :
 Menganggap seorang lebih utama dari dirinya sendiri dan punya sikap hati
melayani
 Jangan memperhatikan kepentingannya sendiri dan tidak terfokus pada diri
sendiri
 Punya pikiran dan perasaan Kristus Yesus yaitu melakukan pekerjaan Bapa
 Tidak sombong atas apa yang dimiliki dan mau melakukan pekerjaan – pekerjaan
yang tidak dianggap
 Hidupnya taat kepada Firman Tuhan dan menjadi pelaku firman, memandang
melakukan Sesuatu sebagai bentuk ketaatannya kepada Tuhan bukan untuk
menunjukan diri sendiri.
Penerapan Praktis Rendah Hati yang saat ini mudah kita jumpai sulit lakukan : meminta
maaf dan mengakui kesalahan.
Jadi ada 2 hal yang dapat kita simpulkan yaitu :
a. Paradigma kita mempengaruhi kepercayaan diri kita dalam melakukan Tindakan rendah
hati
b. Belajar untuk melakukan Indikator Rendah Hati

Sampai ketemu di Ibadah Jumatan minggu depan, Tuhan Yesus Memberkati

DON’T WORRY BE HAPPY

Penulis : Yossi Ruth

Ada sebuah kisah tentang seorang wanita yang berdiri di sebuah sudut jalan,sedang menangis dengan sangat sedihnya.Ketika seorang pria menghampirinya dan menanyakan mengapa dia menangis, wanita itu menggelengkan kepalanya dan menjawab, “saya sedang berpikir bahwa mungkin suatu hari nanti saya akan menikah.Kemudian kami akan memiliki seorang bayi perempuan yang cantik. Dan suatu hari nanti anak ini dan saya akan berjalan di sepanjang jalan ini, dan anak perempuan saya tercinta berlari ke jalanan, dan tertabrak oleh sebuah mobil, dan mati.”

Kita berlaku seperti ini saat kita khawatir. Kita membayangkan suatu situasi yang mungkin tidak akan pernah terjadi. Kekhawatiran adalah penyalahgunaan imajinasi kreatif yang diberikan Tuhan kepada kita masing-masing.Tuhan berkata dalam firmannya,”Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban”(2 Timotius 1:7)

Kata khawatir diperoleh dari istilah Anglo-Saxon yang berarti “mencekik” atau “mengakhiri”. Kekhawatiran dan ketakutan akan mengakhiri kreativitas yang telah diberikan oleh Tuhan pada kita. Kekhawatiran adalah sebuah rute yang menuntun dari suatu tempat dan tidak menuju kemanapun.

Kekhawatiran dan ketakutan akan masa depan adalah hal yang sia-sia untuk masa kini. Fokuslah untuk apa yang sedang kamu kerjakan saat ini. Lakukan aktivitas yang kamu senangi dan ungkapkan saja apa yang kamu rasakan pada orang yang kamu percaya saat kamu merasa sudah membutuhkan bantuan.

Bertindaklah untuk melawan ketakutan, bukan bertindak untuk memperkuat ketakutan. Khawatir itu normal jika tidak berlebihan, maka serahkan semua yang menjadi kekuatiran dalam hidupmu kepada Allah yang memelihara kamu, “serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu”(1 Petrus 5:7).

Sampai ketemu di menulis asyik berikutnya!

Referensi:

Mason, John. 2008. Anda Pasti Bisa. Jakarta: Light Publishing.

E-Refo Reborn

[E-Refo Edisi Welcoming Party 2021]

REFOMEDIA bring it back to you,

E-Refo Welpar Edition 2021 “CHRIST DID EVERYTHING FOR US”

Tim Produksi – Journalism and Editing Refomedia 2021

  • Intan Vini Adetya
  • Adella Yuan
  • Yossi Ruth
  • Kesia Athania

Kontributor

  • Juhniarto Tandipasau
  • Ranisha Putri Pardede
  • Mikhael Christopel Purba
  • Natasha Gabriela

E-Refo bisa kamu baca di link ini Erefo Welpar 2021

Selamat membaca PMKers! Tuhan Memberkati

Implementasi ‘Sahabat Sejati’ Alkitab di Masa Kini

Penulis : Elisa Angelica

Dalam Alkitab, kita diperkenalkan pada beberapa jenis hubungan baik dengan Allah maupun sesama manusia. Persahabatan merupakan salah satunya. Hubungan ini identik dengan interaksi dua/ lebih orang yang membangun kedekatan berdasarkan beberapa kesamaan atau pun komitmen menerima perbedaan satu sama lain. Persahabatan juga merupakan hubungan yang unik karena tidak memandang umur dan latar belakang individu yang terlibat. Alkitab mendefiniskan sahabat sejati lewat “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Yohanes 15:13) dan “Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah” (Amsal 27:6).

            Kedua definisi Alkitab mengenai persahabatan sebelumnya terkesan menakutkan. Mengapa kita perlu merelakan nyawa untuk manusia berdosa sama seperti diri sendiri? Mengapa sahabat yang baik malahan memukul kita? Bagaimana kita bisa tahu jikalau maksud sahabat kita ialah baik adanya? Keterbatasan manusia mengakibatkan pertanyaan semacam ini terus bermunculan. “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. Sebagaimana besi menajamkan besi, demikianpun orang menajamkan akal orang. Sebagaimana baja mengasah baja, begitu pula manusia belajar dari sesamanya.” (Amsal 27:17)  Alkitab kembali mendeskripsikan hubungan persahabatan sebagi proses pembentukan sesama yang sejatinya tidak pernah mudah. Lewat persahabatan kita diajarkan begitu banyak pengalaman dan pembelajaran dari kehidupan sahabat kita. Sahabat sejati adalah orang yang mampu mengajakmu berproses bersama, orang yang dari dirinya kita dapat memperoleh hal baru untuk dipelajari, dan tentunya saling mendukung dan mengaktualisasikan pelajaran hidup pada diri masing-masing.

             Mungkin seringkali kita merasa sahabat kita tidak cukup mengenal diri kita dengan baik. Saat kita diterpa masalah dan bercerita, terkadang jawaban yang kita terima “kan sudah kukatakan sebelumnya, bukan?” atau di saat kita harus memilih sebuah pilihan mereka justru membatasi diri kita dan cenderung ikut campur. Tak jarang kita malah terluka dengan respon sahabat kita dan memilih menjauh (menganggap hubungan kalian mulai toxic). Berbanding terbalik saat kita bercerita dengan kenalan kita, mungkin mereka bahkan memberikan standing applause pada setiap pencapaian kita dan terlihat lebih bahagia dibanding sahabat kita seharusnya. Sama seperti halnya dengan Allah, setiap kali kita berhasil Allah ingin kita menyadari bahwa setiap keberhasilan kita itu milik-Nya bukan milik diri kita sendiri, berbahagia tentu boleh namun sifat sombong harus dicegah. Iblis mungkin akan menyanjung diri kita terus menerus, apabila dibiarkan parahnya kita mungkin akan mulai berpikir bahwa setiap kesuksesan yang saya peroleh memang karena saya hebat. Allah pasti menegur, mengingatkan, menghadang kita dari dari segala sifat buruk tentunya dengan KASIH. Sahabat masa kini tidak perlu menyerahkan nyawanya atau memukul dalam menunjukkan kasih pada sahabatnya, cukup hadir dan memberikan kekuatan kasih seorang sahabat akan tersampaikan.

Tuhan Yesus Memberkati:)

I Know Who I Am

[Renungan Ibadah Jumatan]

Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: ”Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” 1 Samuel 16 : 7

Identitas itu datangnya dari Tuhan (Sang Pencipta) kita. Bukan dari diri kita sendiri apalagi dari orang lain. Oleh sebab itu kita Berharga Karena Dia. Ada beberapa alasan mengapa kita berharga karena dia, yaitu:

  • Mazmur 139 : 14-16 Yaitu kejadian manusia itu dahsyat dan ajaib, ajaib akan perbuatanNya, seberharga itu manusia dibentuk oleh Tuhan dalam kandungan ibu kita masing-masing.
  • Kejadian 2:7 Yaitu Kejadian manusia dibentuk dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup kedalam hidungnya.
  • Kejadian 2:15 Yaitu Tuhan mempercayakan manusia untuk mengelola taman eden.
  • Kejadian 1: 26 Yaitu Manusia diciptakan segambar dan serupa dengan dengan Tuhan (bisa merepresentasikan Tuhan bagi ciptaan lain, dan memiliki karakter TUHAN dalam hidupnya).

Namun berita buruknya adalah manusia jatuh ke dalam dosa. Jatuhnya manusia ke dalam dosa membuat Adam, Hawa dan Ular menyalahkan satu sama lain. Kejatuhan manusia ke dalam dosa juga membuat manusia kehilangan kemuliaan Allah. Dosa telah membuat manusia akhirnya mengalami maut/ kematian kekal. Dosa telah membuat manusia merasa terintimidasi dan akhirnya merasa tidak berharga.

Tetapi kabar baiknya adalah kita harus bersyukur kita memiliki Tuhan yang sangat mengasihi kita, sehingga berkali-kali kita mengecewakanNya tapi Dia tetap mau menerima kita saat kita kembali. Hal itu terjadi karena Darah Kristus yang melayakkan kita sehingga kita yang tidak layak berdiri di hadapan Dia yang Maha Suci itu, menjadi layak oleh karna Kristus.

Identitas kita saat ini adalah Anak Tuhan, kita sudah dilayakkan, kita berharga di mata Nya, jadi jangan jadi insecure tapi belajarlah bersyukur atas semua yang Dia berikan. Mari belajar bersama untuk besyukur jangan ‘insekyur’ (insecure). Bersyukur karna kita adalah istimewa di hadapan Tuhan. Bersyukur karna walau kita sudah jatuh dalam dosa tapi Kasih Setia NYA tetap ada mau menerima kita

Selamat Hari Jumat

Tuhan Yesus Memberkati !!!