Tag Archives: Jumatan PMK

Renungan Jumatan, 5 November 2021

Penulis : Bidang Doa

Hidup Seperti Yesus

Serupa Kristus : Tanggung Jawab

Tanggung Jawab dalam KBBI memiliki makna sebagai berikut :

  1. Keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dan sebagainya)
  2. Hukum fungsi menerima pembebanan, sebagai akibat sikap pihak sendiri atau pihak lain.

Dalam Markus 8 : 31-33 ditekankan bahwa Yesus adalah Raja tetapi Raja yang disalibkan dan jika kita mau mengikut Dia maka kita harus siap pula untuk disalibkan (menderita). Kita harus mempercayai bahwa Allah adalah yang baik dan setiap perintah yang berasal dari Allah adalah baik.

Mengapa Yesus harus mati secara mutlak?

  • Karena KasihNya (Yohanes 3:16). Dia mau menangung sesuatu yang bukan kesalahanNya dan menjadikan itu sebagai suatu keharusan bagiNya
  • Untuk pengampunan manusia yang berdosa, karena pengampunan yang sejati membutuhkan penderitaan
  • Supaya setiap orang yang percaya tidak binasa tetapi memperoleh hidup yang kekal

Apa yang telah Yesus kerjakan melebihi standar moral manusia. Dia yang kudus dan Dia yang terhormat rela menanggung dosa manusia. Dalam Markus 8 : 34 dikatakan bahwa menjadi murid kristus harus berani menyangkal dirinya, harus mengikul salib dan mengikut Aku (Yesus).

Penyangkalan diri artinya tidak mengakui klaim apapun yang mungkin didorong oleh diri sendiri, serta kesediaan untuk mengatatakan “Tidak” pada diri sendiri dan mengatakan “Ya” pada Tuhan.

Ada beberapa tanggung jawab orang kristen yaitu:

  1. Mandat Injil/Pemuridan. Menguatkan orang lain dengan firman Tuhan
  2. Mandat Budaya, setiap kita harus melepaskan sesuatu yang kita tanggung maka kita akan jatuh ke dalam dosa
  3. Pekerjaan Baik
  4. Menanggung Kelemahan Sesama, ini adalah hal yang masih sulit dilakukan

Thomas Manton mengingatkan kita melalui khotbahnya dari Mazmur 119  bahwa ada 2 cara menjalankan tanggung jawab kita sebagai orang kristen yaitu :

  • Cara Hukum taurat
  • Cara Injil, sesorang dengan kasih berusaha untuk taat sepenuhnya kepada Tuhan dan dengan menyadari kelemahan diri

Pada dasarnya kita diciptakan Tuhan telah diberikan Tanggung jawab. Kita didalam kristus diciptakan dan ditebus untuk melakukan pekerjaan baik dan supaya kita hidup di dalamnya. Berdoalah bukan untuk beban yang berkurang tetapi berdoalah untuk bahu yang kuat. Ia yang memanggil kita adalah pribadi yang setia yang tidak akan pernah meninggalkan kita

Iklan

Renungan Jumatan “Get Your Confidence Back”

Tema Jumatan: Get Your Confidence Back


Yang menjadi sumber tidak percaya diri adalah paradigma kita. Jika kita percaya diri
bahwa kita bisa melakukan sesuatu, kita punya sesuatu yang ingin dituju. Paradigma akan
mempengaruhi respon kita. Kali ini kita akan membahas tentang percaya diri, dalam konteks
Percaya Diri untuk tampil rendah hati menunjukan identitas kita sebagai murid Kristus.
Rendah hati berbeda dengan Rendah diri. Rendah diri memiliki arti dirinya merasa
kurang (minderan). Sedangkan rendah hati memiliki arti sifat yang tidak sombong dan tidak
angkuh. Jonathan Edwards dalam bukunya yaitu “Pengalaman Rohani Sejati” mengatakan
bahwa “kerendahan hati yang rohani merupakan suatu kesadaran yang dimiliki seorang Kristen
tentang betapa miskin dan menjijikannya dirinya, yang memimpinnya untuk merendahkan
dirinya dan meninggikan Allah semata. Kerendahan hati yang rohani merupakan esensi dari
kerohanian sejati. Mereka yang tidak memilikinya pasti bukanlah orang Kristen sejati”.
Jika kita membaca dalam Filipi 2: 1-11 Gereja Filipi adalah gereja yang baik. Hal ini
dinyatakan dengan pujian Paulus kepada mereka. Tetapi gereja ini bukanlah gereja yang
sempurna. Dalam gereja ini terdapat pertengkaran / perpecahan (Fil 4:2). Oleh sebab itu Paulus
memberi nasihat bagaimana yang seharusnya orang-orang Kristen memelihara kesatuan tubuh
Kristus. Tetapi Rasul Paulus memberi nasehat agar hendaklah dengan rendah hati yang seorang
menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya
memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.
Paulus berkata dasar bisa rendah hati adalah Kristus. Sebab di dalam Kristus ada nasihat,
ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan. Alasannya
adalah karena Kerendahan hati Kristus adalah sebuah ketaatan, apa yang kita lakukan dapat
dianggap berharga oleh Allah.
Kerendah hati adalah respon ketaatan kita kepada Allah. Jadi rendah hati tidak membuat
kita menjadi “rendah” di hadapan manusia. Rendah hati adalah respon kita mengasihi sesama
manusia. Paradigma ini yang seharusnya kita miliki sebagai murid Kristus.
Indikator Rendah Hati menurut Filipi 2:1-11 adalah sebagai berikut :
 Menganggap seorang lebih utama dari dirinya sendiri dan punya sikap hati
melayani
 Jangan memperhatikan kepentingannya sendiri dan tidak terfokus pada diri
sendiri
 Punya pikiran dan perasaan Kristus Yesus yaitu melakukan pekerjaan Bapa
 Tidak sombong atas apa yang dimiliki dan mau melakukan pekerjaan – pekerjaan
yang tidak dianggap
 Hidupnya taat kepada Firman Tuhan dan menjadi pelaku firman, memandang
melakukan Sesuatu sebagai bentuk ketaatannya kepada Tuhan bukan untuk
menunjukan diri sendiri.
Penerapan Praktis Rendah Hati yang saat ini mudah kita jumpai sulit lakukan : meminta
maaf dan mengakui kesalahan.
Jadi ada 2 hal yang dapat kita simpulkan yaitu :
a. Paradigma kita mempengaruhi kepercayaan diri kita dalam melakukan Tindakan rendah
hati
b. Belajar untuk melakukan Indikator Rendah Hati

Sampai ketemu di Ibadah Jumatan minggu depan, Tuhan Yesus Memberkati

Be Brave

1519893085625.jpgBe Brave
2 Timotius 1:7-8 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.
Ayat diatas merupakan pesan yang disampaikan Paulus kepada Timotius (anaknya yang sah di dalam iman) untuk tetap bertekun di dalam pemberitaan injil dan memikul salib. Sebab Allah memberikan roh keberanian kepada setiap kita, bukan roh ketakutan yang menghambat injil itu diberitakan. Ketakutan, kekhawatiran, keraguan, semuanya adalah tipu daya si iblis agar kita menunda untuk pergi bersaksi memberitakan kabar baik itu.
Tuhan selalu memberikan kekuatan dan penyertaan pada setiap anak-anak-Nya, orang-orang yang memberikan diri untuk menjadi alat-Nya tidak akan pernah dibiarkan berjalan sendiri. Ini bukan berbicara kamu mampu atau tidak, tapi apakah kamu mau atau tidak untuk dipakai menjadi pemberita injil. Bahkan Paulus berkata jangan malu, ya jangan malu ketika kamu harus keluar dari zona nyaman, ketika kamu harus datang kepada hidup orang lain yang tidak kamu kenal, ketahuilah setiap orang membutuhkan injil itu. Karna hanya injil itu sendirilah yang dapat menjelaskan bagaimana keselamatan itu kita peroleh. Jadilah jawaban doa atas setiap orang-orang yang menantikan kabar itu.
Dia sendiri yang akan memimpin setiap hidup kita dalam pengerjaan amanat agung, ini kerinduan-Nya. Minta belas kasihan Tuhan penuhi hidup kita, sehingga kamu mengerti kenapa Dia begitu ingin semua orang mendengar injil. Karna belas kasihan tidak bisa diusahakan oleh manusia, semuanya lahir dari pengenalan akan Kristus Yesus. Hati-Nya begitu pilu melihat orang-orang menikmati dosa-dosanya, senang menjadi orang yang suam-suam kuku, bahkan yang telah menjadi hambar dalam kerohaniannya.
Dipakai-Nya adalah kasih karunia, so jangan tunda lagi sekaranglah waktunya. Mulailah bersaksi dari hal-hal kecil, jadilah teladan atas lingkunganmu, milikilah hidup yang memancarkan kasih dan rupa Kristus, dan pastikan kamu pun menyampaikan injil itu pada mereka. Orang-orang diluar sana melihat buah dari murid-murid Kristus, jadi pastikan kita adalah ranting-ranting yang berbuah, bukan ranting yang dipotong lalu dibakar, dibuang dan menjadi tidak berguna (perumpamaan dalam firman).
Paulus mungkin merasakan penderitaan ketika dia mengabarkan injil itu, dia harus dipenjara, tapi lihatlah imannya justru semakin teguh di dalam Tuhan. Paulus juga mengatakan pada Timotius ikutlah menderita bagi injil-Nya, mungkin sebagian dari kita bingung kok ada ya orang yang mau melakukan itu, bahkan menyuruh orang lain untuk melakukannya, jawabannya adalah karena pengenalan spiritual yang sangat dalam membuat Paulus mengerti bahwa yang terutama adalah karena dia mencintai Allah, karna dia begitu mengasihi Tuhan dia mau taat sampai mati untuk tetap memberitakan injil. Bahkan dia mengerti penderitaan yang dia alami tidak sebanding dengan keselamatan yang sudah Tuhan karuniakan pada dirinya. Lalu apakah kita pun punya respon hati yang sama seperti Paulus PMK’ers?