Tag Archives: Menulis Asyik

SAY NO buat NARKOBA!

Penulis : Yossi Ruth

Shalom PMKers!

Apa kabarnya nih? Semoga sehat dan bahagia selalu ya.

Tepat hari ini, tanggal 26 Juni, kita memperingati HARI ANTI NARKOBA INTERNASIONAL. Untuk itu, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Narkoba nih, yuk pastikan simak sampai habis ya PMKers!

Apa yang PMKers ketahui tentang narkoba (Narkotika, psikotropika, dan obat terlarang)?

Berdasarkan Pasal 7 UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, Narkotika hanya dapat digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Permasalahan yang banyak terjadi adalah penyalahgunaan atau pecandu narkotika menggunakannya di luar kepentingan atau kebutuhan medis, bahkan terkadang melebihi dosis yang dapat diterima oleh tubuh sehingga menyebabkan overdosis. Bagaimana pandangan alkitab terhadap penyalahgunaan narkoba?

Apa itu narkoba?

Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan obat terlarang. Menurut Pasal 1 ayat 1 UU No. 35 Tahun 2009 narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.  Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997).

Apa dampak penyalahgunaan narkoba bagi kesehatan?

Dampak penyalahgunaan narkoba tergantung pada jenis narkoba yang digunakan. Dampak ketergantungan atau kecanduan narkoba individu dapat terlihat pada fisik, psikis dan sosial atau lingkungan masyarakat tempatnya tinggal. Dampak terhadap fisik antara lain sakit kepala, mual-mual, susah tidur, tidak nafsu makan. Dampak terhadap psikis antara lain, memberikan rasa yang melambung tinggi, memberi rasa bahagia dan sangat percaya diri. Adanya rasa parno, gelisah ketika menggunakan dan susah tidur. Dampak terhadap lingkungan yaitu diasingkan dalam masyarakat, dan susah dalam bergaul di masyarakat. Dampak narkoba yang paling buruk terjadi jika si pemakai menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang tinggi atau yang dikenal dengan overdosis. Pemakaian sabu-sabu, opium, dan kokain bisa menyebabkan tubuh kejang-kejang dan jika dibiarkan dapat menimbulkan kematian.

Bagaimana pandangan alkitab terhadap penyalahgunaan narkoba?

“Segala sesuatu halal bagiku  , tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.”(1 Korintus 6:12). Ayat ini merupakan pengajaran Paulus terhadap jemaat Korintus. Semua halal, tetapi  Ia tidak membiarkan dirinya diperhamba oleh suatu apa pun, termasuk oleh makanan dan percabulan. Tubuh kita adalah bait Allah, sudah sepatunya kita merawatnya untuk kemuliaan Tuhan.  Hal ini juga berarti menahan keinginan terhadap makanan yang dipersembahkan kepada berhala dan makanan yang menimbulkan penyakit.

Jika seseorang sudah terikat terhadap narkoba, relasi seseorang tersebut terhadap Tuhan dan keluarga akan rusak. Karena bagi pecandu, prioritas utamanya adalah mengonsumsi narkoba. Ia akan mengorbankan segala sesuatu yang ia punya hanya untuk mendapatkan narkoba. Oleh karena itu, jangan coba-coba memakai narkoba. Iblis bisa memakai siapapun untuk menghancurkan hidup anak-anak Tuhan. Berdoalah untuk meminta perlindungan dari Tuhan Yesus agar terhindar dari lingkungan yang dapat menjebak kita untuk menggunakan narkoba.

Bagaimana PMKers?? cukup jelas bukan bahwa Narkotika sangat tidak baik untuk diri kita dan bahkan relasi kita dengan Tuhan. Jadi yuk-yuk kita sebagai orang percaya dan mengenai Allah harus menjauhi narkoba!

Pelajaran apa yang teman-teman dapat nih, yuk sharing di kolom komentar!

Pertolongan Tuhan

Oleh: Merlinnunaki

[Menulis Asyik}

Shalom PMKers!!!

Apa kabar guys? Semoga baik-baik yaa dimanapun kalian berada.

Pada kesempatan kali ini aku mau sharing tentang sesuatu yang sangat relevan dalam setiap kehidupan kita yaitu, Pertolongan Tuhan.

Aku mau menjamin satu hal kepada kita semua bahwa pertolongan Tuhan itu nyata terjadi dalam setiap kehidupan siapapun kamu. Entah kamu sadar atau tidak, tetapi itulah yang terjadi. Namun, setiap orang mengalami pertolongan Tuhan dengan cara yang berbeda-beda.

Dari pengalamanku sendiri, pertolongan Tuhan itu sesuatu yang misterius, tidak dapat diperkirakan namun selalu hadir pada waktu yang tepat. Saat waktu yang tepat itu datang, baru aku sadar bahwa pertolongan Tuhan itu sungguh di luar nalar kita sebagai manusia namun ajaib. Kadang aku kecewa sama diriku sendiri ketika mengingat keadaan saat aku susah, bimbang, takut, dan aku terlalu kuatir untuk berhadapan pada semua pergumulan hidupku.

Salah satu pengalaman yang membuat aku kagum sama pertolongan Tuhan itu ketika ibuku sakit dan masuk ICU. Saat itu aku benar-benar takut jika ibuku tidak tertolong, aku kuatir aku akan kehilangan sosok ibu yang luarbiasa. Namun, di tengah ketakutan itu aku berdoa sama Tuhan untuk menyembuhkan ibuku dan jangan memanggilnya dahulu karena aku belum siap untuk kehilangannya. Benar saja, Tuhan Yesus sungguh menunjukkan pertolongan-Nya itu. Ibuku yang badannya sudah kurus, berbicara tidak wajar, pakai oksigen dan segala macamnya, dipulihkan Tuhan saat itu secara pelan-pelan dan akhirnya kembali sehat. Di situlah aku semakin kagum sama Tuhan Yesus, Dia benar-benar penopang kehidupan bagi kita semua.

Yesaya 41:10 TB

“janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”

Firman Tuhan di atas sudah sangat jelas memberitahukan kepada kita, jaminan pertolongan-Nya bagi kita sekalian. Namun, Ia minta untuk kita jangan takut, artinya kita tidak perlu kuatir akan apa yang terjadi di hidup ini karena kita punya Tuhan Yesus yang tidak akan meninggalkan kita.dan akan menemani kita setiap saat. Kalau kita renungkan kembali, sebenarnya Tuhan itu selalu menolong kita di setiap waktu dalam hidup kita. Namun, kita yang sering tidak sadar atas pertolongan Tuhan tersebut. Kita menganggap pertolongan Tuhan itu ada saat kita dapat keluar dari persoalan hidup kita, padahal Tuhan itu selalu memberikan pertolongan-Nya pada kita. Misalnya saat kita dihadapi dengan pergumulan hidup yang begitu berat, di situ Tuhan mau membentuk pribadi kita yang kuat melalui proses tersebut, dan apakah kita dapat mengandalkan-Nya dalam proses tersebut? Atau hanya mengandalkan diri kita sendiri saja? Lewat proses inilah Tuhan mau kita sadar bahwa Ia selalu menyertai kita, tinggal bagaimana kita merespon akan kehadiran-Nya tersebut dan dapat mengucap syukur kepada-Nya.

Aku memiliki ayat emas yang menopangku terutama saat aku sedang kuatir dan takut dalam menghadapi persoalan hidupku, yaitu pada injil Matius 6 : 25 yang berbunyi “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?”. Di sini bukan tanpa alasan Tuhan menyuruh kita jangan kuatir, Tuhan tahu apa yang Ia rencanakan dan lakukan dalam kehidupan setiap kita. Ia punya segala sesuatu yang kita butuhkan, melalui pertolongan-Nya kita dapat menyaksikan hal tersebut. Tetapi sebelum Ia menolong kita, Ia mau kita mengungkapkannya sendiri. Benar jika Tuhan sudah tahu apa yang kita butuhkan, tetapi seperti Bapa kepada anaknya, Ia mau melihat bagaimana cara  kita meminta pertolongan-Nya tersebut. Kita juga dapat lihat dalam injil Matius 6 : 33 “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”, dimana ini adalah permintaan Tuhan kepada kita, jika kita benar-benar mau meminta pertolongan-Nya, maka datanglah dahulu kepada-Nya. Ketika kamu sudah memberikan hidupmu seutuhnya kepada Tuhan, di situlah kamu dapat melihat begitu baik dan ajaibnya Tuhan dalam hidupmu.

Bagaimana? Luarbiasa kan Tuhan Yesus kita? Masih ada alasan untuk kuatir? Masih takut untuk menjalani hari-hari kamu yang sering dihadapkan pergumulan?

Secara manusiawi, wajar jika kita masih ada rasa kuatir, takut, bimbang dan lain sebagainya. Tetapi ingat, kita ini adalah anak-anak Kristus. Tuhan Yesus tidak mungkin membiarkan kita jatuh sampai tergeletak. Jadi, entah apapun rintangan yang kamu sedang hadapi sekarang, jangan sekali-kali kamu menyerah dan kehilangan harapan, tapi serahkanlah segala kekuatiranmu itu kepada Tuhan Yesus, maka kamu akan sadar bahwa pertolongan Tuhan itu selalu ada dan benar-benar nyata dalam hidupmu.

Jangan lupa mengucap syukur atas setiap pertolongan Tuhan Yesus yaa.. Semangat dan selalu andalkan Tuhan Yesus dalam hidupmu.

-Merlinnunaki

Tubuhmu Adalah Bait Allah

Oleh: Kakicapung97

[Menulis Asyik]

Shalom PMKers!!

Gimana kabarnya?? Aku harap gimanapun kabarnya tetap bahagia ya.

Nah, dalam kesempatan ini aku pengen sharing nih tentang topik yang keliatannya klise tapi ternyata ada hal unik di dalamnya.

Kita akan bahas Tubuhmu adalah Bait Allah.

Di zaman sekarang, ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah begitu maju benar – benar mempengaruhi cara kita berpikir. Kemajuan ini membuat kita anak muda semakin bisa berpikir secara logis dalam segala hal, termasuk juga dengan konsep kekudusan yang mungkin pada saat ini mengalami pergeseran karena pemikiran logis kita sendiri. 

Nah, ternyata kondisi ini bukanlah kondisi yang baru, bukan masalah yang baru. Ternyata dalam Alkitab yang ditulis bertahun-tahun yang lalu, Paulus sudah mengalami hal yang serupa!

Iya, Paulus pernah mengalami hal yang sama di Korintus. Pada jaman itu Korintus merupakan kota yang berada di jalur strategis yang menghubungkan Asia dan Eropa, hal ini lah yang membuat Korintus menjadi kota yang maju. Di tengah kemajuan Korintus, ilmu pengetahuan juga berkembang. Salah satunya dikemukakan oleh seorang filsuf dari Stoa yang berkata “Hal yang terpenting adalah jiwa manusia; tubuh hanya materi yang tidak penting”. Cara berpikir dari filsuf ini menjadikan orang – orang di Korintus rentan terhadap hidup yang tidak kudus.

1 Korintus 6:12-20 Nasihat terhadap percabulan

6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun. 6:13 Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh. 6:14 Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya. 6:15Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak! 6:16 Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: “Keduanya akan menjadi satu daging.” 6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. 6:18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri. 6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? 6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Dalam 1 Korintus 6 : 12 – 20 kita bisa belajar tentang kekudusan. Pada ayat 12 dan 13 Paulus berkata kalau segala sesuatu itu halal buat kita karena kita sudah dibayar lunas oleh Kristus. Tapi yang terpenting disini meskipun segala sesuatu halal, jangan sampai kita diperhamba oleh apapun. Kalau Kristus memiliki hidup kita dan Dia tinggal di dalam kita, di dalam tubuh kita, masa kita masih mau berpikir tubuh ini gak penting dan gaperlu dijaga kekudusannya? Masih mau ngelakuin percabulan?

Ketika dua orang melakukan percabulan, maka mereka akan menjadi satu daging, menjadi terikat. Mungkin ada yang berpikir “bagus dong kalo pacaran berarti benar – benar terikat, bakalan langgeng”. Bukankah itu yang dinamakan kita diperhamba oleh cinta? Sampai kekudusan pun di tinggalkan.

Jika kita lihat ayat 17, harusnya ada kalimat yang terbesit dalam pikiran kita “daripada mengikatkan diri dengan dosa, lebih baik mengikatkan diri pada Tuhan”, karena disitu ditulis siapapun yang mengikatkan dirinya pada Allah, ia menjadi satu roh dengan Dia. Tuh kan terjawab sudah penyelesaiannya.

Jadi kalau kita sudah tau Kristus sudah bayar kita lunas dengan darah-Nya, dan kita jadi milik-Nya, juga Dia tinggal di dalam kita, maka kita sepatutnya menjaga kekudusan tubuh kita, muliakan Allah lewat tubuh kita. Jangan mau ditipu oleh dunia untuk menggeser konsep kekudusan yang sudah kita terima dari Allah. Jangan mau kompromi untuk hal ini. Sering – sering bergaul dengan Tuhan lewat HPDT, yakin deh bakalan membantu kita untuk tidak terpengaruh oleh dunia. Alkitab masih relevan kok sampai detik ini, Alkitab bukan cuman buku yang isinya kuno dan jadul !!

Selamat bertumbuh teman – teman, Gusti Berkahi.

-KakiCapung97